SMB IV : Syarofal Anam di Palembang Tinggal 7 Grup, Perlu Dibangkitkan Lagi

 545 total views,  3 views today

PALEMBANG   I   KSOL – Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Raden Muhammad (RM) Fauwas Prabu Diraja Jayo Wikramo, mengatakan sampai tahun ini Tim Seni Syarofal Anam di Palembang tinggal 7 grup yang masih aktif. Sementara yang lain, perlu dibangkitkan kembali. Sebab, seni Syarofal Anam menjadi salah satu seni yang dimiliki Palembang.


Arak-arakan mengawal Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Raden Muhammad (RM) Fauwas Prabu Diraja Jayo Wikramo menuju lokasi pembukaan Festival Seni Budaya Palembang Darussalaam ke-2 di SMPN 39 Gandus Palembang, 23 Nov 2019 (Foto.Dok.KSOL/im)

“Kalau dari hasil penelusuran kami, di Palembang ini tinggal tujuh grup Syarofal Anam, dan ini perlu dibangkitkan lagi dalam festival Seni Palembang Darussalaam berikutnya,” ujarnya saat memberi sambutan pada Pembukaan Festival Seni dan Budaya Palembang Darussalaam ke-2 di SMP Negeri 39 Gandus Palembang, (23/11/2019).

Lebih lanjut Sultan, seharusnya pada even kali itu yang dilombakan seni Syarofal Anam, tetapi karena masih dalam proses menelusuri kembali grup-grup Syarofal di Palembang, kali ini baru seni hadroh.


Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Raden Muhammad (RM) Fauwas Prabu Diraja Jayo Wikramo , bersama Kepala SMPN 39 Gandus Palembang, Drs H Marjani, MM, Perwakilan Diknas Palembang, Herman Jayadi dan para undangan lainnya (Foto.Dok.KSOL/im)

“Di even ini, memag seharusya ada cabang seni Syarofal Anam. Tapi melihat kondisi Syarofal masih perlu ditelursuri lebih dulu, maka kita angkat dulu lomba hadroh. Ke depan cabang seni Syarofal akan kita lombakan, sembari mendata ulang tim Syarofal di Palembang,” tambahnya.

Menurut Sultan, bila pada festival selanjutnya akan ada lomba Seni Syarofal Anam, tidak harus membuang salah satunya. Kedua cabang seni, baik hadroh dan Syarofal Anam tetap diangkat ke permukaan secara bersamaan.

Sultan menegaskan, upaya menggali budaya Palembang menjadi tanggungjawab bersama. Selain melalui organsasi yang menggelar event seni budaya, juga masing-masing pribadi juga ikut bertanggungjawab untuk menjaga dan melestarikannya.

Sultan menambahkan, dalam keseharian boleh saja mengiktui arus modern, tetapi akar budaya asli yang menjadi khas Palembang tidak boleh hilang. Selama ini, banyak lomba yang sedang digemari dance-dance modern. Sementara, tarian daerah yang seharusnya sering dimunculkan justeru tergerus oleh modernisasi.

“Kita boleh bergaul dengan seni modern. Hidup beriring dengan modernisasi. Tapi nilai-nilai budaya kita, terutama seni yang berbasis Palembang Darussalam harus tetap dilestarikan dan dipertahankan,” tegasnya.

DEWAN JURI —Para Dewan Juri Festival Seni Budaya Palembang Darussalaam ke-2 di SMPN 39 Gandus Palembang. (Foto.Dok.KSOL/iman)

Pada pembukaan festival itu, Drs. H. Marjani, M.M, Kepala SMP Negeri 39 Palembang mengatakan, acara itu digelar berdasar pada pentingnya menggali dan melestarikan seni budaya yang berbasis nilai-nilai dari semangat Palembang Darussalaam.

Menurut Marjani, festival yang digelar di sekolahnya menjadi salah satu tanggungjawabnya sebagai lembaga pendidikan, yang berewajiban membangun kesadaran terhadap pentingnya seni tradisi, terutama seni yang berbasis tradisi Palembang.

Tim Hadroh SMPN 39 Gandus Palembang tampil dalam Pembukaan Festival Seni dan Budaya Palembang Darussalaam, 23 Nov 2019 (Foto.Dok.KSOL/im)

Sebagai salah satu bentuk kepedulain yang dibangun di lembaga yang dipimpinnya, SMP Negeri 39 juga membuka museum kesultanan Palembang. Ruang yang berukuran 8 x 4 meter itu berada di samping ruang Islamic Center yang menjadi pusat kegiatan keagamaan SMP Negeri 39 Gandus Palembang.

Atas kepeduliannya terhadap kesultanan Palembang itu, SMB IV Palembang memberi gelar Sultan Muda Widia kepada Marjani. Gelar itu sebagai penanda bagi Marjani sebagai sosok pelaku pendidkan yang ikut serta melestarikan warisan budaya Palembang di sekolahnya.

Pada Festival yang baru kali kedua digelar itu, ada 5 cabang seni yang dilombakan; lomba seni tari zapin, hadroh, lukisan islami, lukisan kaligrafi dan menulis puisi berbasis syair. Cabang lain yang berbasis media sosial, lomba foto di Instagram.

Pada acara yang berlangsung satu hari ini, sejumlah SMP Negeri di Palembang menjuarai beberapa tangkai lomba. Pada penutupan, para pemenang lomba diberi tropy sebagai penanda prestasi yang mereka raih lada festival itu.**

TEKS/FOTO : IMRON SUPRIYADI





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster