Sumsel Kembangkan Science Techno Park

80 total views, 3 views today


Pemprov Sumatra Selatan akan mengembangkan Science Techno Park atau STP di lahan seluas 100 hektare untuk mendukung sektor pertanian dan peternakan di provinsi itu.

PALEMBANG I KSOL – Pemprov Sumatra Selatan akan mengembangkan Science Techno Park atau STP di lahan seluas 100 hektare untuk mendukung sektor pertanian dan peternakan di provinsi itu.

Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya mengatakan STP terletak di Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI).

“STP ini sudah ada tinggal dikembangkan. Kalau kita biarkan ini dengan lokasi yang strategis dan fasilitas yang ada, rasanya akan jadi mubazir jika tidak dimanfaatkan,” katanya, Kamis (21/11/2019).

Oleh karena itu, kata dia, pemprov akan menggandeng pihak lain yang concern terhadap dunia pertanian untuk mendukung pengembangan STP.

Salah satunya adalah PT Bogor Life Science and Technology. Perusahaan tersebut merupakan satuan usaha komersial yang didirikan Institut Pertanian Bogor (IPB). Selain itu, pemprov juga melibatkan Bank Indonesia Perwakilan Sumsel.

Mawardi menyebut Science Techno Park (STP) memiliki fasilitas yang sudah cukup lengkap, hanya saja tinggal pengkajian, pemeliharaan dan pemanfaatan untuk dapat beroperasi secara maksimal. 

“STP ini suatu saat menjadi kebanggaan bagi Sumsel. Nantinya, diharapkan dapat memberikan pelajaran kepada petani, kita coba inovasi ini,” katanya.

Menurutnya, tujuan akhir dari STP itu adalah penurunan angka kemiskinan Sumsel. Memang fokusnya pada perternakan dan pertanian, Ia berharap BI juga dapat mengambil peran yang nyata untuk mengembangkan potensi tersebut. 

“Paling tidak ada perubahan bagaimana supaya semua kebijakan ada ekonominya yang bermanfaat untuk masyarakat, fokusnya perternakan dan pertanian,” katanya.

Sebelumnya,  Direktur Utama PT. Bogor Life Science and Technology, Meika Syabana Rusli, mengatakan STP Provinsi Sumsel sudah sesuai konsep, di mana terlihat potensi yang akan menumbuhkan bisnis baru.

“Pemerintah memutuskan untuk  mengembangkan proyek STP, lebih tepat agro techno park karena bisnis yang tidak akan mati adalah food and beverage,” katanya. 

Untuk memperkuat UMKM, Meika mengimbau agar Pemprov Sumsel juga fokus pada penggunaan digital sebab menurutnya bisnis tanpa digital tidak akan kuat bersaing.

“Inovasi termasuk bagaimana mengerjakan cara baru yang lebih baik, apalagi akses dan infrastruktur sangat didukung oleh Pemprov Sumsel,” katanya.

TEKS / FOTO : BISNIS.COM





Web development by oktopweb.com