Hasil Investigasi, Petani yang Tewas di Lahat akibat Diterkam Harimau

24 total views, 3 views today

PALEMBANG I KSOL – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan memastikan bahwa Kuswanto (57), petani kopi di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, tewas akibat diterkam oleh harimau sumatera.

Hal itu diketahui setelah tim dari BKSDA Sumsel melakukan investigasi di tempat kejadian yang berada di Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti Pumi, Kabupaten Lahat.

BACO JUGO : PENYERANG PETANI KOPI DAN WISATAWAN GUNUNG DEMPO DIDUGA HARIMAU YANG SAMA

Sebelumnya, beredar kabar bahwa Kuswanto tewas diterkam oleh macan tutul. Kepala BKSDA Sumsel Genman Suhefti Hasibuan menjelaskan, kejadian bermula saat korban dan saksi Dedi (32) sedang melakukan penebangan pohon di areal kebun kopi miliknya, pada Minggu (17/11/2019), sekitar pukul 09.00 WIB.

Harimau sumatera yang dominan berwarna putih dan bercorak kuning hitam pada sebagian bahunya itu muncul dan hanya berjarak sekitar empat meter dari korban.

Kuswanto bersama Dedi sempat berusaha menyelamatkan diri dengan mengalihkan harimau tersebut. Mereka berputar-putar di lokasi itu sekitar 10 menit.

“Korban dan saksi sempat menggunakan kayu untuk menghalangi harimau. Namun, saat Kuswanto turun, ia diterkam dan dicakar di bagian atas pinggang kiri dan kanan, serta gigitan di leher,” kata Genman, Senin (18/11/2019).

Melihat kondisi Kuswanto yang telah diterkam, Dedi langsung menyelamatkan diri dan meminta pertolongan kepada warga sekitar. Menurut Genman, masyarakat saat ini diimbau untuk mengurangi aktivitas di sekitar kebun, sampai harimau sumatera tersebut ditemukan.

BKSDA Sumsel juga telah berkoordinasi dengan Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) selaku pemangku kawasan untuk pemasangan kamera trap.

“Masyarakat diimbau segera melaporkan kepada petugas BKSDA Sumsel, apabila terdapat perjumpaan dengan harimau, baik jejak maupun aktivitas,” ujar Genman.

Diberitakan sebelumnya, Kuswanto (53) tewas setelah diterkam seekor macan tutul di Desa Pulau Panas, Kecamatan Tanjung Sakti, ketika sedang memetik kopi di kebunnya sendiri.

Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 10.00 WIB, korban sedang memetik kopi di areal perkebunan. Tiba-tiba, Yansyah yang merupakan teman korban mendengar suara jeritan Kuswanto.

Jeritan itu membuat Yansyah menuju sumber suara untuk melihat keadaan Kuswanto. Ia terkejut melihat temannya itu sudah berlumuran darah.

“Yansyah langsung mengambil kayu untuk mengusir macan tutul itu. Kuswanto tidak dapat tertolong, karena mengalami luka parah di bagian kepala dan gigitan di leher,” kata Kepala Desa Pulau Panas Sumadi saat dikonfirmasi.

TEKS/FOTO : KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA





Web development by oktopweb.com