AJI Ajak Mahasiswa Polsri Pahami Tugas dan Fungsi Pers

26 total views, 6 views today

PALEMBANG I KSOL — Sekitar 120 mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) dari semua jurusan mengikuti Pelatihan Dasar Jurnalistik dan Open Recruitment Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Warta Politeknik Sriwijaya (WPS) di Aula KPA Polsri Palembang, Sabtu (16/11/2019).

Selain diikuti oleh ratusan mahasiswa kampus, kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Direktur III kampus Polsri, Irawan Rusnadi, Anggota Majelis Etik AJI Palembang, yang juga pemimpin Redaksi media intens.news, Muhammad Uzair dan ketua WPS, Arkha Taqwa Nugraha.

Dalam pelatihan tersebut, Muhammad Uzair mengatakan, para wartawan harus mempunyai kemampuan lebih baik, dari sisi intelektual dan pemahaman terhadap berbagai bidang keilmuan. Hingga mampu menyajikan berbagai berita yang objektif, seimbang, dan berpengaruh positif kepada masyarakat secara luas.


Suasana Pelatihan Dasar Jurnalistik dan Open Recruitment Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Warta Politeknik Sriwijaya (WPS) di Aula KPA Polsri Palembang, Sabtu (16/11/2019). (Foto.Dok.Panpel)

“Rata-rata kemampuan wartawan menengah, hal tersebut karena lemahnya sumber daya manusia (SDM) para wartawan,” kata dia.

Mantan Reporter Radio Smart FM Palembang ini menegaskan, para mahasiswa yang tergabung dalam pers kampus, harus membina diri dan mengembangkan pemahaman ilmu jurnalistik secara seimbang.

Meski trend media sosial saat ini berdampak positif bagi perkembangan ilmu jurnalistik, namun harus juga mematuhi rambu-rambu yang ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini dewan pers.

“Karena itu kode etik jurnalistik harus menjadi bagian yang tidak bisa di pisahkan dalam kegiatan kejurnalistikan. Kode etik adalah rambu bagi para jurnalis kampus, atau jurnalis yang berada dalam industri media massa. Hingga produk berita yang di sajikan mampu di serap secara positif,” jelas Muhammad Uzair.

Lebih lanjut Uzair mengingatkan, keberadaan UU No. 40 tahun 1999 tidak menjadikan jurnalis kebal hukum. Meski tingkatan undang-undang pokok pers berada di posisi Lex Specialist tetapi para wartawan akan kena dampak undang-undang lain jika tidak mematuhi kode etik jurnalistik dan kode perilaku yang telah di tetapkan pemerintah.

“Sudah banyak media massa yang kena imbasnya, bahkan wartawan yang kemudian di pecat dari pekerjaannya lantaran tidak mematuhi aturan tersebut. Mari berusaha menjadi para professional dengan memahami cara kerja, dan memahami cara pandang terhadap aturan yang berlaku,” tambah dia.

Sementara itu, Wakil Direktur III, Irawan Rusnadi menilai sangat bagus kegiatan yang di gelar oleh UKM WPS ini, selain bisa menambah wawasan tentang ilmu jurnalistik, juga bisa memilah mana berita yang baik dan hoax.

“Saya apresiasi panitia yang melaksanakan kegaiatan ini, selain bisa bermanfaat bagi mahasiswa kampus, kegiatan ini agar bisa lebih sering lagi di gelar,” tuturnya.

Ketua WPS sekaligus mahasiswa jurusan Teknik Elektro, Arkha Taqwa Nugraha, sangat senang dan semangat mengikuti pelatihan dasar jurnalistik ini. Karena ilmu yang didapat dalam pelatihan akan semakin menambah wawasan baginya.

“Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi kami, walaupun hanya sebatas pembelajaran agar lebih kenal dengan dunia jurnalistik. Semoga kegiatan ini akan menjadikan kami lebih kritisi dan cerdas dalam mengamati serta menkonsumsi semua berita dalam sudut pandang yang baik, agar tidak mudah terpengaruh isu hoax,” pungkas dia.

TEKS / FOTO : TIM REDAKSI





Web development by oktopweb.com