16 Kepala Daerah dapat Anugerah Kihajar dari Kemendikbud

 497 total views,  2 views today

JAKARTA   I  KSOL –Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberi anugerah Kihajar di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (14/11) di Balai Kartini, Jakarta.

Pada acara yang mengusung tema Membangun Generasi Unggul dan Berkarakter di Era Digital, itu sedikitnya ada 16 kepala daerah yang mendapat anugerah.

Gogot Suharwoto, Kepala Pustekkom Kemendikbud mengatakan, anugerah ini dimaksudkan untuk memetakan tingkat pendayagunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pendidikan dan kebudayaan di daerah sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan.

TAKLIMAT MEDIA — Kapustekkom sedang memandu jalannya Taklimat Media bersama 16 Kepala Daerah, Duta Rumah Belajar, dan Angga Aldi Yunanda (Ambasador Duta Rumah Belajar) (Foto.Dok.Pustekkom Kemendikbud/Fisika)

“Selain untuk memberikan apreasi atas upaya tersebut, penyelenggaraan Anugerah Kihajar Kepala Daerah dimaksudkan untuk memetakan tingkat pendayagunaan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan di daerah sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan,” ujar Gogot.

Tahun ini, Kemendikbud memberikan penghargaan kepada 16 kepala daerah provinsi, kota, dan kabupaten di Indonesia. Misalnya seperti yang telah dilakukan Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, untuk komitmennya dalam merealisasikan inovasi e-administrasi atau Bupati Kab. Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, dalam pemanfaatan teknologi pada akses sekolah terpencil.

Adapun aspek yang dinilai pada penganugerahan ini, menurut Gogot antara lain kebijakan, tata kelola, impelementasi baik terkait TIK, manajemen dan komitmen untuk peningkatan sumber daya manusia, dampak pada guru, siswa dan prestasi sekolah, serta inovasi-inovasi yang dilakukan di daerahnya.

“Pada akhirnya, generasi utuh yang unggul dan berkarakter dapat tercipta dengan kolaborasi dari segala pihak baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, industri, orang tua, media, dan stakeholder lain. Karena generasi yang berkualitas adalah kunci keberhasilan bangsa, dan itu menjadi tanggung jawab bersama,” tegas Gogot.

Acara ini digelar sejalan dengan visi dan misi pada Rencana Pembangunan Jangka Menengan Nasional (RPJMN) 2020 – 2024, sekaligus untuk memenuhi sasaran dan target bidang pemberdayaan manusia dan kebudayaan. Selian itu, anugerah ini seiring dengan upaya peningkatan mutu, akses pendidikan dan kebudayaan melalui pendayagunaan TIK.

Sebagaimana tahun sebelumnya, acara ini dirangkai berbagai kegiatan yang melibatkan kepala pemerintah daerah, guru, dan siswa. Pada tahun ini penyelenggaraan berfokus pada tujuan Kemendikbud untuk membangun generasi unggul dan berkarakter terutama di era digital.

Menurut Gogot, pendayagunaan TIK di seluruh wilayah Indonesia bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tetapi juga membutuhkan partisipasi pemerintah daerah.

Dalam pendayagunaan TIK melalui pemerintah daerah, menurut Gogot harus dilakukan di semua sector, termasuk pendidikan dan kebudayaan yang merupakan sektor penting dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.

Gogot menegaskan, partisipasi pemerintah daerah dalam pendayagunaan TIK di sektor pendidikan dan kebudayaan dilakukan dalam kerangka kebijakan, anggaran, program, implementasi dan dampak.

Gogot menambahkan, acara ini juga sebagai indeks pendayagunaan TIK untuk pendidikan dan kebudayaan sebagai alat dalam proses harmonisasi berbagai kebijakan dan program pembangunan pemda baik pada level nasional dan daerah.

Pada Malam Puncak Anugerah Kihajar 2019 Kamis (14/1) 16 Kepala Daerah diberikan penghargaan langsung oleh  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang diwakili oleh Sesjen Kemendikbud, Didik Suhardi.

Dalam sambutannya Didik berharap adanya Anugerah Kihajar 2019 dapat memacu semangat dan sinergisitas antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah terutama di bidang pendayagunaaan TIK bagi pendidikan dan kebudayaaan.


Berikut 16 Kepala Daerah yang meraih penghargaan Anugerah Kihajar 2019 :

1.         Bupati Kabupaten Gunungkidul, DIY, Ibu Badingah, S.Sos, dengan keutamaan acuan tata kelola dan implementasi TIK pendidikan.

2.         Walikota Surabaya, Jawa Timur, Ibu Dr. (H.C) Ir. Tri Rismaharini, MT, dengan keutamaan acuan implementasi dan implikasi pelaksanaan TIK pendidikan.

3.         Walikota Yogyakarta, DIY, Bapak Drs. H. Haryadi Suyuti, dengan keutamaan acuan implementasi dan implikasi pelaksanaan TIK pendidikan.

4.         Bupati Kabupaten Badung, Bali, I Nyoman Giri Prasta, dengan keutamaan kebijakan TIK pendidikan melalui pengalokasian dan pemanfaatan anggaran terbesar.

5.         Gubernur Provinsi Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE dengan keutamaan tata kelola TIK melalui akuntabilitas pemanfaatan TIK dan pemberian akses di pulau terluar.

6.         Walikota Malang, Jawa Timur, Drs. H. Sutiaji, dengan keutamaan Implementasi TIK pendidikan melalui pemanfaatan TIK untuk meningkatkan kualitas SDM yang berkesinambungan.

7.         Walikota Bandung, Jawa Barat, H. Oded M. Danial, S.AP, dengan keutamaan acuan tata kelola dan implementasi TIK pendidikan.

8.         Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dengan keutamaan inovasi TIK melalui realisasi e-administrasi.

9.         Walikota Kota Semarang, Jawa Tengah, H. Hendrar Prihadi, S.E., MM, dengan keutamaan acuan implementasi dan implikasi pelaksanaan TIK pendidikan.

10.       Bupati Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Ir. H. Ismunandar, MT, dengan keutamaan Tatakelola TIK pendidikan melalui transparansi informasi untuk mengejar ketinggalan dalam inovasi dan implementasi.

11.       Bupati Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Adnan Purichta Ichsan, SH, MH, dengan keutamaan Implementasi TIK pendidikan melalui peningkatan kompetensi SDM TIK

12.       Bupati Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, H. Ashari Tambunan, dengan keutamaan Tata kelola TIK pendidikan melalui sinergi lintas pemangku kebijakan untuk mendukung penguatan implementasi TIK pendidikan.

13.       Walikota Banda Aceh, Nangroe Aceh Darrussalam, H. Aminullah Usman, SE.Ak, MM, dengan keutamaan Pemanfaatan TIK pendidikan untuk mendapatkan implikasi proses belajar mengajar

14.       Walikota Jayapura, Papua, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., dengan keutamaan Pemanfaatan TIK pendidikan pemerataan akses sekolah

15.       Walikota Banjarbaru, Kalimanta Selatan, H. Nadjmi Adhani, dengan keutamaan Kebijakan TIK pendidikan melalui peningkatan kualitas SDM.

16.       Bupati Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku, Muhammad Thaher Hanubun dengan keutamaan Pemanfaatan TIK pendidikan pada akses sekolah terpencil.

TEKS/FOTO : DOK. Pustekkom Kemendikbud RI





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster