Kebun Buku Pamerkan Lukisan Togi Mikkel

YOGYAKARTA I KSOL — Kebun Buku yang terletak di Jalan Minggiran No. 61a Suryodiningratan, Yogyakarta akan memamerkan karya lukis Togi Mikkel dengan tema Marsitogian. Pembukaannya Sabtu, tanggal 9 November 2019, pukul 16.00 Wib. yang akan dibuka oleh Hans Knegtmans pemilik Kebun Buku. Pameran ini bekerjasama dengan Miracle Prints berlangsung tanggal, 9 November – 9 Desember 2019.

Togi kecil hobby menggambar, cita-citanya jadi Pastor. Menjadi Pastor itu berat, tutur bapaknya. Togi disarankan menjadi arsitek. Malah kuliah di jurusan seni lukis di STISI Bandung.

Kebun Buku Pamerkan Lukisan Togi Mikkel

Togi lahir di Bandung dibesarkan di Lampung dari keluarga Saragitua Samosir, Sumatera Utara. Dalam bahasa Batak, Togi artinya mengajak. bila kata dasarnya itu ditambah awalan (Marsi-) dan akhiran (–an) menjadi Marsitogian artinya saling mengajak, membimbing, saling memberi dalam segala hal.

BACO JUGO : MARSITOGIAN – Oleh Jajang R Kawentar

Dia mengaku dirinya hanya melukis, tidak mengatakan lukisannya realis ataupun abstrak.  Meskipun tampak visualnya abstrak. Barangkali pengalaman melihat, mengamati sesuatu benda dalam ilusi yang dibayangi rasa kehilangan yang mendalam sekaligus wujud rasa syukur terhadap karunia yang Tuhan beri.

Warna-warna yang tergores realisasi dari wujud yang dilihat dan diamati pada masa kehilangan. Mengulang masa lalu dan menghadirkannya kembali sebagai tanda-tanda.

Tanda dalam warna dan bentuk selalu menemukan yang sama dan terulang. Entah sampai kapan episode seperti ini terus berlanjut. Dia berusaha ingin membuat warna berbeda dan bentuk berbeda namun tidak mencapai titik kesenangan dan kepuasan yang tuntas. Dalam penyelesaiannya selalu kembali pada hal yang sama dan rumit.

Meskipun demikian tiap kali menyelesaikan lukisan, tercipta energi baru serta memberikan spirit kepercayaan kepada keluarga terutama ibunya. Sungguh telah hadir kehidupan Marsitogian dalam dirinya. Dia mendapatkan keberhasilan, dia sendiri merasakan peningkatan kualitas itu. Bukan pada ekspektasi orang-orang.

TEKS / FOTO : Jajang R Kawentar (Kontributor Yogyakarta)




Web development by oktopweb.com