Bom Air Dinilai Paling Efektif Padamkan Karhutla

JAKARTA I KSOL — Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut metoda bom air (water bombing) paling efektif padamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurut Kepala Biro Humas KLHK Djati Witjaksono Hadi, bom air lebih efektif ketimbang pemadaman darat dan teknologi modifikasi cuaca (TMC).

Untuk memadamkan titik-titik api karhutla selama seminggu terakhir, Djati menyebut KLHK mengupayakan lewat tiga hal. Pertama upaya pemadaman darat oleh satgas Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD. Kedua lewat Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), serta ketiga upaya pemadaman api menggunakan bom air (water bombing).

“Yang sangat menentukan adalah water bombing karena modifikasi cuaca sangat tergantung potensi awan yang bisa menjadi hujan,” tuturnya.

Djati kemudian mengungkapkan pihak KLHK masih melakukan upaya peninjauan, pemadaman darat, dan TMC. Harapannya, semua titik api sudah dapat dipadamkan sebelum musim penghujan pada pertengahan bulan Oktober.

“Saat ini kita masih melakukan pemadaman darat, dan TMC, dan Alhamdulillah di beberapa wilayah sudah mulai turun hujan. Harapannya mudah-mudahan pertengahan bulan Oktober sudah berhasil dipadamkan semua,” ucapnya.

Dari seluruh upaya pemadaman, KLHK mengerahkan 45 pesawat helikopter dan 317 juta lebih liter air untuk upaya bom air. Selain itu, sebanyak 211.216 kg garam juga untuk mempercepat pertumbuhan awan untuk menumbuhkan hujan lewat modifikasi cuaca TMC.

Kementerian KLHK menyebutkan saat ini 90 persen titik api karhutla sudah turun dalam lima hari terakhir di seluruh wilayah Indonesia. Sebelumnya, berdasarkan data jumlah titik api yang dilihat dari Satelit Modis Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan terdapat 1.374 titik api yang meneyebar di seluruh Indonesia pada hari Senin (23/9) lalu.

TEKS/FOTO : CNN INDONESIA.COM (ara/eks)




Web development by oktopweb.com