Aksi Mujahid 212: Tolak RKUHP dan Tuntut Jokowi Mundur

JAKARTA I KSOL — Massa Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI secara resmi membubarkan diri usai menggelar demonstrasi di sekitar Patung Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Sabtu (28/9).

Massa aksi mulai meninggalkan lokasi sekitar pukul 11.37 WIB usai mendengarkan doa yang dilakukan oleh Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Al Khaththath.

Jalan Medan Merdeka Barat pun steril secara bertahap dan mobil komando meninggalkan lokasi. Tidak ketinggalan, aparat yang sedari pagi berjaga ikut membubarkan diri.

Al Khathtath sendiri mengarahkan para peserta aksi untuk salat zuhur berjamaah terlebih dulu di Masjid Istiqlal sebelum pulang.

Melihat anjuran itu, massa pun mengikuti arah mobil komando untuk melakukan salat zuhur berjamaah terlebih dulu.

Meski begitu, Jalan Medan Merdeka Barat arah Patung Kuda menuju Harmoni masih belum dibuka bagi kendaraan bermotor. Separator beton dan pagar berduri terpasang melintang di dekat gedung Kemenko Polhukam.

Secara garis besar, massa menyuarakan Presiden Joko Widodo mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden. Mereka memandang Jokowi tak bisa dipercaya lagi karena mengeluarkan berbagai kebijakan yang merugikan masyarakat dan umat Islam pada umumnya.

Diketahui, aksi ini diinisiasi oleh Persaudaraan Alumni 212 (PA 212), Front Pembela Islam (FPI) dan ormas-ormas Islam lainnya yang tergabung dalam Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI. Mereka memulai aksi dari Bundaran HI menuju Jalan Medan Merdeka Barat.

Dalam pantauan CNNIndonesia.com, masa aksi berjumlah ratusan orang.

TEKS(rzr/vws)




Web development by oktopweb.com