Kemendikbud: Seni Bentuk Anak Jadi Karakter Unggul

 288 total views,  2 views today

JAKARTA I KSOL — Kecintaan terhadap seni akan membentuk anak menjadi karakter unggul pada masa yang akan datang. Untuk itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) setiap tahun.

“Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) yang menjadi ajang ekspresi bagi kecintaan siswa akan kesenian dan kebudayaan bangsa Indonesia,” ujar Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud Dr Khamim di Jakarta, Senin (23/9).

Ia menambahkan dengan FLS2N, siswa dapat berkreasi, berkarya, dan berprestasi. Selain itu, FLS2N dapat dijadikan ajang ekspresi kecintaan terhadap budaya bangsa dan pengembangan pendidikan karakter.

Siswa juga dapat menggali kreativitas yang dimiliki dengan mengikuti kegiatan kompetisi berbasis seni seperti FLS2N. Pengembangan kreativitas, penting untuk dapat menghadapi persaingan di masa depan, dalam era Revolusi Industri 4.0.

FLS2N untuk tingkat SD dan SMP diselenggarakan di Tangerang, 15 hingga 21 September. Pada ajang kali ini, DKI Jakarta meraih juara umum FLS2N SD dan SMP 2019 dengan merebut delapan medali emas. Posisi kedua diraih Provinsi Bali dengan perolehan tujuh medali emas, dan Riau di posisi ketiga dengan memboyong lima medali emas.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy, memberikan apresiasi terhadap hasil karya peserta lomba yang penuh kreativitas. Banyak karya siswa yang menuai decak kagumnya.

FLS2N merupakan perhelatan tahunan yang menampilkan kompetensi siswa di bidang seni pertunjukkan dan seni penciptaan. Peserta berasal dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Pendidikan Khusus.

FLS2N 2019 diselenggarakan di dua lokasi, yakni, Provinsi Lampung untuk perlombaan jenjang SMA, SMK, dan Pendidikan Khusus, dan Kota Tangerang untuk perlombaan jenjang SD dan SMP.

“FLS2N dapat mendorong penguatan pendidikan karakter bagi perkembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Penguatan ini meliputi tiga sumber karakter, yaitu logika, estetika, dan etika,” kata Mendikbud.

TEKS/FOTO : ANTARA/ROL





Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster