Gubernur Larang Kepala Daerah Keluar dari Sumsel Selama Ada Karhutla

PALEMBANG I KSOL — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, melarang seluruh kepala daerah di ‘Bumi Sriwijaya’ meninggalkan tempat atau wilayahnya masing-masing. Hal itu menyusul peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih saja terjadi.

“Sudah saya instruksikan, bupati, wali kota, camat hingga ke kades, harus tetap standby memantau fire spot di wilayahnya masing-masing. Jangan ada yang meninggalkan tempat jika tidak ada kepentingan yang sangat prinsip,” kata Herman, Selasa (17/9).

Herman mengatakan, kalaupun ada keperluan mendesak, pejabat maupun kepala daerah harus izin terlebih dahulu dengan gubernur. Selain itu, ia mengaku telah memanggil sekretaris daerah dari 17 kabupaten dan kota di Sumsel untuk menganggarkan penambahan alat untuk menangani karhutla.

Tak hanya kepala daerah, Herman mengaku dirinya juga membatalkan seluruh agendanya ke luar negeri karena sampai saat ini karhutla masih terjadi. Seperti dalam waktu dekat ada agenda berkunjung ke Romania serta Korea Selatan untuk bertemu dengan duta besar di sana. Namun, seluruh agenda itu telah dibatalkan.

“Saya batalkan (kunjungan keluar negeri) karena ini bicara tanggung jawab bukan karena ancaman,” katanya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Iriansyah, mengatakan pihaknya sangat serius dalam penanganan Karhutla yang terjadi di Sumsel. Di antaranya, menetapkan status siaga darurat asap kebakaran hutan dan lahan sejak Maret 2019.

Iriansyah menuturkan, bukan hanya personel di lapangan yang bekerja secara maksimal, namun dari segi peralatan pemadaman juga telah disalurkan ke daerah rawan karhutla.

Demikian juga dengan anggaran Pemprov Sumsel telah mengalokasikan dana cukup untuk melakukan operasi pencegahan dan penagulangan karhutla melalui OPD terkait.

“Upaya yang telah kita lakukan ini mendapatkan dukungan penuh dari BNPB berupa pemadaman secara konvensional jalur darat, patroli udara serta melakukan pemadaman melalui udara,” kata Iriansyah.

TEKS / FOTO : KUMPARAN/jrs




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com