Praperadilan Penganiaya Siswa SMA Taruna Palembang Ditolak

6 total views, 3 views today

PALEMBANG I KSOL — Pengadilan Negeri Klas I A Palembang menolak upaya praperadilan tersangka kekerasan terhadap siswa SMA Taruna Indonesia Palembang, Obby Frisman Artakatu (OFA), dan menyatakan penangkapan terhadapnya adalah sah.

“Permohonan pemohon patut ditolak untuk seluruhnya,” kata majelis hakim tunggal Yosdi saat membacakan keputusan di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Kamis, 8 Agustus 2019.

Hakim menganggap dua alat bukti yang digunakan Polda Sumsel dalam menetapkan OFA sebagai tersangka sesuai undang-undang berlaku. Yakniketerangan saksi dan keterangan saksi ahli (visum) .

Baco Jugo : Berkas Kasus Penganiayaan SMA Taruna Palembang Dilimpahkan

Selain itu, tindakan penangkapan dan penahanan tersangka masih dalam jangka waktu yang patut dan pantas. Sehingga penetapan, penangkapan, dan penahanan tersangka memenuhi aspek formil.

“Keputusan praperadilan hanya memeriksa aspek formil, sedangkan pokok perkara bukan termasuk ranah praperadilan,” ujar Yosdi.

Menanggapi keputusan tersebut, kuasa hukum Kapolresta Palembang dari Bidang Hukum (Bidkum) Polda Sumsel, AKBP Parlindungan Lubis selaku termohon, mengatakan dengan ditolaknya praperadilan maka proses hukum terhadap tersangka dapat diteruskan.

“Saat ini proses hukum tersangka sendiri sudah tahap pemeriksaan berkas di Kejaksaan Negeri Palembang dan akan diteliti dalam tempo 14 hari,” ujar Parlindungan.

Sementara itu, kuasa hukum tersangka OFA, Suwito Winoto mengatakan pihaknya menghormati keputusan pengadilan. Namun ia mengancam akan melapor ke Mabes Polri.

“Tapi di situ masih banyak pertimbangan yang jelas-jelas kami buktikan namun tidak dipertimbangkan hakim, kami tetap berusaha mengawal perkara pokok sampai masuk ke pengadilan, kalau nanti dugaan kami terbukti maka akan kami laporkan ke Mabes Polri,” kata Suwito.

Ia menegaskan surat pemberitahuan penahanan kepada tersangka sudah melewati tenggat waktu. Dia mengungkap keluarga tersangka menyatakan tidak pernah menerima surat tersebut.

“Langkah-langkah penetapan ini tidak benar, kami akan lapor ke Komisi Yudisial,” jelasnya.

Seorang siswa baru SMA Taruna Indonesia Palembang, Delwyn Berli Julindro, 16, meninggal akibat penganiayaan yang dilakukan staf pengajar sekolah pada Sabtu, 13 Juli 2019. Polisi kemudian menetapkan OFA sebagai tersangka.

Tersangka dikenakan pasal 80 ayat 3 UU No 16/2017 sebagai pengganti UU No.23/2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

TEKS / FOTO : DETIK.COM/LDS





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com