Musim Kemarau, di Pagaralam Tunda Proses Tanam

PAGARALAM, KSOL–Musim kemarau seperti sekarang ini, sebagian petani di Bumi Besemah dan sekitarnya terpaksa menunda proses penanaman di areal persawahan dan perkebunan, mengingat debit air untuk mengairi lahan milik mereka tersebut tergolong sedikit, bahkan sempat mengering. 

Kimi (58) salah seorang petani di dusun Slibar Kecamatan Pagaralam Utara mengatakan, debit air yang sedikit membuat petani yang ada menjadi kesulitan mengairi areal persawahan.

Bahkan, sebagian besar petani yang ada terpaksa menunda proses tanam baik padi maupun sayuran. “Jika pasokan air sedikit, ya terpaksa menunda proses tanam. Sementara bila tetap dilaksanakan, yang ada akan mengalami kerugian,” keluhnya, Senin (22/7/2019).

Senada dituturkan Irwan,  warga Karang Dalo Kecamatan Dempo Tengah,  sejumlah  warga  Dusun Simpang Mbacang hingga Karang Dalo mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih untuk minum, cuci dan mandi. Sementara sebagian besar keberadaan air di dalam sumur pun sejauh ini mulai mengering.    

“Ya kondisi air sumur mulai mengeruh,  sementara kebutuhan untuk minum, cuci dan mandi cukup banyak,” ujarnya seraya mengatakan untuk memenuhi semua itu sebagaian warga terpaksa mengambil air bersih di Sungai Selangis dan Sungai Lematang.

Terpisah, Kepala Dinas PU dan Penataan Tata Ruang Kota Pagaralam Haryadi Razak melalui Kepala UPTD PDAM Haryanto tak menampik bila banyak warga mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersih.

“Saat ini kita tengah berusaha melaksanakan pemasangan jaringan pipanisasi disjumlah titik yang ada di Bumi besemah ini. Kepada warga yang ada diharapkan agar dapat bersabar mengahadapi musim kemarau seperti sekarang ini,” ujarnya.

Teks : Antoni Stefen I FOTO : NET




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com