Kalah di MK, Prabowo Diimbau Tetap Jadi Oposisi

 130 total views,  1 views today

JAKARTA I KSOL — Prabowo Subianto diimbau tetap menjadi oposisi setelah kalah dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

“Pak Prabowo terutama Gerindra saya kira lebih baik untuk menjadi oposisi artinya sebagai pihak kontrol pemerintahan pak Jokowi-Ma’ruf selama lima tahun ke depan,” kata pengamat politik dari Habibie Center, Bawono Kumoro, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (27/6).


DONASI KE RUMAH TAHFIDZ RAHMAT PALEMBANG, ANDA SUDAH IKUT MEMBANTU PROSES PEMBELAJARAN CALON PENGHAFAL QURAN

Menurut Bawono, seorang oposisi tak kalah terhormatnya selama kritik-kritik yang disampaikan kelak terhadap pemerintah konsisten dan konstruktif.

Sebaliknya, menurut Bawono andai Prabowo dan partainya, Gerindra, masuk ke dalam pemerintahan yang dipimpin Jokowi justru akan menyebabkan kejomplangan dalam iklim demokrasi di Indonesia.

“Kalau misalnya partai Gerindra dan pak Prabowo ikut masuk, entah itu sebagai Watimpres, entah itu di kabinet atau sebagainya. Saya kira itu tidak baik bagi check and balances-nya di DPR RI,” katanya.

Tak hanya itu, Bawono pun berharap agar Prabowo menjadi negarawan setelah kekalahan yang diterimanya dalam kontestasi Pilpres tahun ini. Salah satunya, kata dia, berhenti mencalonkan diri lagi pada pemilu mendatang agar bisa memberi ruang kesempatan bagi bakal calon lain.

“Bisa juga (sebagai negarawan), artinya memberi sebagai negarawan tidak lagi mencalonkan diri di pemilu mendatang,” ujarnya.

Sama halnya dengan Bawono, Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun berharap Prabowo konsisten dengan jalannya kembali menjadi oposisi, pun dengan mitra koalisinya.

TEKS : CNN INDONESIA I FOTO : NET





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster