Kebutuhan Pokok Jelang Idul Fitri Melambung

 140 total views,  1 views today

PAGARALAM, KSOl–Menjelang perayaan Idul Fitri 1440H/2019M, sejumlah kebutuhan pokok disejumlah pasar tradisional yang ada di Bumi Besemah melambung.

Misalnya daging sapi, sejauh ini harganya mencapai Rp 130 ribu per kilogram sejak satu bulan terakhir hingga membinggungkan pembeli. Kemudian harga daging ayam potong atau broiler sebelumnya Rp 32 ribu kini naik menjadi Rp 38 ribu.

Termasuk harga telor ayam pun melambung, sebelumnya Rp. 38 ribu per karpet sekarang naik Rp.43 ribu perkarpet. Lalu ayam pramuka naik menjadi Rp. 45 ribu, sebelumnya Rp.40 ribu per ekor.

Seterusnya gula pasir sebelumnya Rp.10 ribu menjadi Rp.12 ribu perkilo, gula merah Rp. 22 ribu,  bawang merah Rp 30 ribu,  bawang putih 30 ribu. Surmi (55) pedagang daging sapi di pasar Induk Nendagung mengatakan, di pagi hari ia  menjual daging seharga Rp130 ribu.

Sementara  menjelang sore hari, harga daging menurun Rp120  ribu per kilogram.”Ya, dipagi hari kondisi daging masih segar dan pembelinya sebagian besar dari pengusaha warung bakso dan rumah makan.

Sedangkan menjelang sore ramai pengunjung dari ibu-ibu rumah tangga dengan dihargai Rp 120 ribu per kilogram,” ujarnya, Minggu (26/5/2019).Senada dikemukakan Surya, pedagang daging sapi diseputaran Eks Pasar Seghepat Seghendi. Kenaikan harga daging sapi tergantung banyak tidaknya persedian daging dari Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang ada di Pagaralam.

Sementara persedian hewan sapi sebagian besar didatangkan dari luar daerah seperti Kikim, Kota Agung Kabupaten Lahat, Manna Bengkulu dan Lampung.

Sementara di Pagaralam sendiri tergolong sedikit dan  sebagian besar para peternak  belum mau menjual hewan ternaknya.   

“Kenaikan harga daging sapi bukan akal-akalan para pedagang, tapi memang persediannya sedikit di sejumlah rumah potong hewan,”  terangnya. 

Ditambahkan Taminah (57) pedagang warung nasi dikawasan Komplek Perkantoran Gunung Gare berujar, sejak memasuki bulan puasa hingga menjelang Idul Fitri sejumlah bahan pokok terus mengalami kenaikan.

“Kami ini pedagang kecil dan binggung bila mau menaikan harga jual. Sementara harga kebutuhan bahan pokok terus naik,” keluhnya.Sementara itu,  Plt Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Meneggah dan Pengelolaan Pasar  (Disperindagkop UKM PP) Kota Pagaralam, Gindo Simanjuntak SST MM mengatakan,  kenaikan harga sudah sesuai mekanisme pasar. 

“Ya tugas kita hanya monitoring saja, sedangkan kondisi di lapangan bisa saja terjadi adanya perubahan harga,” singkatnya.

Teks / Foto : Antoni Stefen





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster