Sahabat Berkisa Foundation Siap Motivasi Kepribadian Baik

PAGARALAM, KSOL--Upaya memotivasi agar dapat meraih masa depan yang lebih baik terhadap sahabat-sahabat yang tengah menjalani proses perawatan di Instalasi Penerimah Wajib Lapor (IPWL) Berkisa (Bersama Kita Bisa) Foundation Kota Pagaralam sedang dimaksimalkan.

Dinas Sosial setempat melalui Bidang Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial (Resos) beserta Direktorat Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan  Narkoba,  Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) mereview ruangan demi ruangan yang dijadikan tempat sahabat Beriksa menjalani aktivitas pemulihan.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Sosial setempat,  Herawadi melalui Kabid Resos,  Buruqqo Bangun beserta Ridho,  Direktorat Rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Napza, Rabu (15/5/2019).

Menurut Buroqqo Bangun,  pihaknya senantiasi memotivasi sahabat beriksa agar dapat mengapai hari esok yang lebih baik lagi dengan menjadikan pengalaman buruk sebagai pemicu kepribadian yang baik.

“Jadikan pengalaman pahit tersebut sebagai pemicu kepribadian yang lebih baik lagi demi mengapai masa depan yang jauh lebih baik lagi,” ujarnya.

Adapun review ruangan dimaksud lanjutnya,  mulai dari pengecekan ruangan dapur tempat memasak,  kamar mandi berikut perlengkapannya,  ruang pertemuan hingga ruangan istirahat. ”

Semoga keberadaan Berkisa Foundation ini, sahabat-sahabat yang menjalani perawatan korban napza dapat lebih difokuskan di Pagaralam. Tidak usah mesti merujuk ketempat lain diluar Pagaralam,” sambungnya seraya mengatakan para korban napza akan ditangani untuk memulihkan dari ketergantungan pengaruh obat obatan berbahaya. 

Ditambahkan Ridho, kepada sahabat-sahabat yang tengah menjalani perawatan di IPWL Berkisa Foundation Kota Pagaralam wajib mendapat penanganan penyembuhan. Justru melalui tempat rehabilitasi ini akan membantu masyarakat dalam menyembuhkan orang orang yang terlibat dalam penyalahgunaan napza. 

“Bentuk terapi yang diberikan kepada korban napza mulai dari  pembentukan tingkah laku (behavior managemen), pengendalian emosi dan psikologi, keterampilan kerja dan keterampilan bersosial serta bertahan hidup. Intinya metode ini dipercaya dapat membuat perubahan, kemudian setiap individu harus bertanggung jawab serta tersedianya lingkungan aman dan kondusif,” jelasnya. 

Teks / Foto : Antoni Stefen




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com