‘Ngabuburit’ di Kolam Pemancingan

 287 total views,  1 views today

PAGARALAM, KSOL--Penantian waktu sore untuk berbuka puasa atau “ngabuburit”, sebagian warga di Bumi Besemah ini lebih menyukai di sejumlah tempat pemancingan umum  seperti, Kolam Pemancingan Talang Sawah dan Tebad Rheban.

“Kalau hari libur apalagi pada bulan Ramadhan, saya lebih suka memancing ketimbang tidak ada kegiatan apalagi hingga sampai bengong di rumah,” ujar Hengki Basun (42) warga Bedeng 14 Tebat Baru Ilir Pagaralam Selatan,  Minggu (12/5/2019).

Menurut Hengki,  dirinya lebih memilih memancing ikan kecil mulai dari mujahir, seluang hingga sepat mata merah di kolam pemancingan umum gratis. Mengingat keberadaan ikan di Tebad Reban ini sudah disedikan pemerintah setempat khusus untuk warga memancing dan ukuran kolamnya pun cukup luas atau mencapai 2 hektare. 

“Sementata dikolam pemancingan khusus, ada pula dengan sistem harian atau membayar seharga satu kilogram ikan Rp25 ribu untuk mujahir dan Rp40 ribu ikan mas. Ya Ikan-ikan yang ada memang sudah disiapkan dan dilepas oleh pemilik kolam untuk dikail oleh siapa pun datang memancing,” katanya. 

Senada dikemukakan Akiong (45) warga Kampung Melati Besemah Serasan Pagaralam Selatan ini mengaku lebih memilih memancing ikan seluang kecil karena lebih cepat dapat. Ia mengatakan, ikan ini rasanya lebih enak dan jenis ikan ini merupakan penghuni asli daerah setempat. 

“Kalau ingin mendapatkan ikan emas, kita harus teliti terutama meracik umpan. Termasuk saat ikan mulai mencium umpan harus sigap dan jenis ikan ini yang paling mudah dikail untuk jenis kolam peliharaan khusus, apalagi bila diberi umpan cacing tanah,” sarannya.

Sementara itu,  Nopi, salah seorang pengelola kolam pemancingan umum jenis ikan Lele Jumbo di Kawasan Ujan Mas Dempo Utara mengatakan, bulan Ramadhan kali ini pengunjung lebih banyak jika dibandingkan hari-hari biasa. Bahkan ada yang mengikut sertakan keluarganya dan ada pula berkelompok yang lebih didominasi anak muda. 

“Diwaktu pagi  sudah banyak yang datang memancing. Sedangkan jika tidak bertepatan dengan bulan puasa, para pemancing biasa berdatangan pada hari Sabtu-Minggu saja dan termasuk jika ada pertandingan atau perlombaan,” ujarnya seraya mengatakan harga ikan di sini memang lebih mahal jika dibandingkan beli di pasar, tetapi seni kenikmatanlah  yang dicari ketika umpan dimakan dan pemancing berhasil menangkap ikan. 

TEKS ; Antoni Stefen I KSOL : DOK.KSOL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster