Masyarakat Resah, Dinsos Segera Tertibkan Anjal dan Gepeng

PAGARALAM, KSOL –-Guna terciptanya suasana kenyamanan dan ketertiban ditengah-tengah masyarakat, jajaran Pemerintah Kota Pagaralam melaui Dinas Sosial setempat akan melaksanakan penertiban terkait maraknya anak jalanan (Anjal), gelandangan dan pengemis (Gepeng) kerap mangkal disejumlah pusat keramaian yang ada di Bumi Besemah ini. Demikian dikemukakan Kepala Dinas Sosial Kota Pagaralam, Herawadi SSos, Selasa (7/5/2019).

Menurutnya, memasuki bulan suci Ramadhan 1440H, para gepeng terus bertambah disejumlah pusat keramaian hingga mengurangi kenyamanan para pengunjung mengingat ulah para gepeng dan anak jalanan tersebut biasa meminta-minta sumbangan.

“Ya kita akan koordinasi terlebih dahulu dengan Satuan Pol PP Kota Pagaralam guna mengambil langkah penertiban, karena keberadaan Gepeng dan Anjal di Bumi Besemah semakin marak hingga mengurangi kenyaman dan kemanan para pengunjung yang ada,” terangnya.

Ia mengatakan, untuk penertiban Gepeng dan Anjal yang bebas berkeliaran tersebut akan dilaksanakan pekan kedua di bulan puasa kali ini.

“Mendekati perayaan Idul Fitri nanti, Bumi Besemah harus sudah bersih dari keberadaan para Gepeng dan Anjal,” tegasnya seraya menjelaskan bahwa memang sudah banyak laporan masyarakat yang mulai resah terhadap keberadaan mereka.

Kendati demikian kata Herawadi, keberadaan gelandangan dan pengemis itu mayoritas datang dari luar Pagaralam. Sepertinya kedatangan mereka itu dimanfaatkan oleh oknum yang memanfaatkan momentum di bulan Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri mendatang untuk minta sumbangan.

“Semoga saja pelaksanaan penertiban dapat berjalan dengan baik dan lancar tanpa mengalami kendala yang berarti,” harapnya.

Terpisah, Eko (46) warga Talang Jeruk Kelurahan Sukorejo Kecamatan Pagaralam Utara ini pun merasa tak nyaman bila bertemu gepeng di sejumlah pusat meramaian yang meminta-minta. Begitu pula anak jalanan banyak yang mengamen dengan cara bergantian dan tak jarang mereka ada yang memaksa para pengunjung agar memberinya uang.

“Keberadaan mereka memang harus segera ditertibkan, mengingat jumlah mereka tidak menutupkemungkinan terus bertambah untuk memanfaatkan momentum Ramadan hingga Idul Fitri mendatang,” ujarnya dengan nada sedikit mengeluh.

Teks: Antoni Stefen





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com