Masjid Al-Akbar Pagaralam Minim Pasokan Air Bersih

 248 total views,  1 views today

PAGARALAM, KSOL—Kurang optimalnya pasokan air bersih yang menjadi sarana dan prasarana vital di Masjid Al Akbar Komplek Perkantoran Gunung Gare Kota Pagaralam ini, ternyata menimbulkan sejumlah permasalahan sosial. Hal itu terlihat kurang memadainya penyedian air bersih untuk air wudhu hingga menimbulkan ketidaknyamanan para jamaah maupun pengunjung di Bumi Besemah ini.

Pengurus Masjid Al Akbar Komplek Perkantoran Gunung Gare,  H Samsidi dan Wariono mengatakan, sejak dua hari terakhir bak penampungan air bersih yang ada dipelataran masjid mengalami kekeringan hingga membuat para jamaah maupun pengunjung yang ingin beribadah harus menumpang kerumah warga disekitar masjid untuk mengambil air wudhu. Bahkan ada juga jamaah yang mau mengambil air wudhu terpaksa menggunakan air mineral dalam kemasan.

“Ya mau digimanakan lagi, kalau debit air pam yang berasal dari intake Kali Gede atau Air Perikan Gunung Dempo sempat terhenti mengalir,” kata  Samsidi,  Selasa (26/2/2019).

Hal serupa dikemukakan Ahmad Ali, salah seorang jamaah yang kerap kali beribadah di masjid ini. Ia mengatakan, minimnya pasokan air bersih di dalam bak penampungan itu hingga memaksa sejumlah jamaah ataupun pengunjung yang hendak sholat terpaksa menumpang wudhu di sejumlah rumah warga yang ada.

“Kalau mau wudhu ya kerumah warga setempat, kebetulan tak jauh dari lokasi masjid ini,” ujarnya seraya berkata bila gangguan sosial seperti ini kerap terjadi sungguh disayangkan bila keberadaan masjid mega yang dibangun Pemerintah Kota Pagaralam ini harus masuk katagori minim fasilitas air bersih.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR setempat,  H Hariyadi Razak melalui Kepala UPTD PAM,  Haryanto mengakui bila pasokan air bersih untuk kawasan Perkantoran Gunung Gare dan sekitarnya tidak begitu optimal, mengingat pemasangan pipa induk untuk kawasan ini tergolong kecil atau mengunakan pipa berukuran 3 ins.

“Konsumen di sini cukup banyak,  tapi kurang didukung jaringan  pipanisasi yang ada,  yakni menggunakan pipa berukuran 3  ins,” jelasnya.

Kemudian kendala lainnya kata Haryanto, kawasan ini merupakan daerah dataran tinggi, sehingga debit air yang ada harus terbagi pada daerah dataran yang lebih rendah. Termasuk lokasi masjid Al Akbar berada pada dataran tinggi dan untuk mengalirinya mesti menutup terlebih dahulu saluran pembagi yang berada di dataran rendah.

“Debit air untuk kawasan ini memang sedikit karena berada di dataran tinggi, namun kedepan kami akan bekerja semaksimal mungkin agar pasokan air dapat tercukupi,” katanya seraya memohon pengertian atas kurang maksimalnya dalam pelayan ini.

TEKS/FOTO : ANTONI STEFEN





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster