Satu Bulan, Palembang kirim 7 ton Pempek ke Inggris. Bisakah wisata kuliner menyejahterakan masyarakat?

29 total views, 1 views today

PALEMBANG  I  KSOL — Bagi warga Palembang, makan pempek sudah biasa. Sebab di hampir setiap sudut kota ada kedai pempek. Dari kelas bawah, menengah sampai harga yang tertinggi.

Namun siapa sangka, makanan dengan bahan dasar ikan dan gandum ini sangat terkenal di Inggris? Apakah kita mengetahui, kalau ternyata dalam setiap bulan, paling tidak 7 ton pempek dikirim ke Inggris.

“Saya 12 tahun di Inggris. Selama ini pempek sangat terkenal di Inggris. Palembang per bulan mengekspor 7 ton pempek ke Inggris,” kata Yanuar Nugroho, Ph.d, Deputi II Kepala Staff Kepresidenan, pada dialog publik pembangunan manusia, yang mengusung tema “Peningkatan Produktivitas Masyarakat Berbasis Pariwisata Lokal” Palembang, Rabu (06/02/2019).

Melihat potensi itu, Yanuar menyatakan pertumbuhan ekonomi Palembang dapat didorog melalui jalur pariwisata. Yanuar meyakinkan, potensi wisata Palembang dapat menyejahterakan masyarakat, sekaligus membantu upaya pengentasan kemiskinan di Kota BARI ini.

“Apalagi pertumbuhan wisata kuliner Palembang terus berkembang, salah satu diantaranya makanan khas Palembang; pempek, ditambah lagi LRT dan Jalan Tol. Ini bisa mendongkrak pertumbuhan pariwisata di Palembang,” tegasnya.

Melihat potensi itu, peluang meningkatkan pertumbuhan ekonomi Palembang dari sektor pariwisata sudah di depan mata. Sebab, Arief Yahya, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, menyebutkan saat ini pariwisata di Indonesia menjadi yang terbaik sedunia.

“Indonesia masuk dalam 10 besar negara yang harus dikunjungi dalam hal pariwisata,” ujar Arief di hadapan ratusan mahasiswa Universitas Sriwijiaya Palembang (Unsri), pada acara itu, Rabu (06/02/2019).

Namun, Arief kemudian menyoal apakah prestasi ini benar-benar akan dirasakan masyarakat? Atau sebaliknya, masyarakat belum sepenuhnya menikmati hasil dari prestasi yang sudah pemerintah lakukan?

Arief menjelaskan, sektor pariwisata sangat berpeluang menyejahterakan masyarakat. Arief menyontohkan Danau Toba dan Pulau Samosir di Sumatera Utara. Kedua wisata ini dapat menyejahterakan masyarakat yang tinggal di sekitar dua wisata itu.

Satu contoh lagi Banyuwangi. Kata Arief pariwisata Banyuwangi sekarang menjadi sorotan dunia dan viral dimana-mana. Terakhir, Banyuwangi mendapat penghargaan atas prestasinya, dalam hal pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata. “Efek percepatan ekonomi dari pariwisata memang langsung dirasakan masyarakat,” katanya.

Namun, Arief juga mengeritik pariwisata di Indonesia bagus, tetapi kurang promosi. Untuk mengembangkan sektor pariwisata Indonesia, Arief memberikan rumus 3A, Atraksi, Aksesbiltas dan Amenitas.

“Atraksi adalah pariwisata yang menarik, aksebilitas yaitu akses menuju wisata dan amenitas merupakan fasilitas pariwisata di sekitar lokasi, seperti toko cindramata, restoran, taman, tempat ibadah juga kesehatan,” tambah Arief Yahya.

Sport Tourism

Menanggapi hal itu, H. Harnojoyo. S.Sos Wali Kota Palembang mengakui perkembangan Palembang yang sudah pesat. Hal ini terjadi dari pengembangan pariwisata, khususnya wisata olahraga.

“Fly ofer, LRT, jalan tol, jembatan baru, kapal, wisata kuliner, tempat bermain dan perbaikan fasilitas sudah dilakukan pemerintah demi memajukan pariwisata di Palembang, khususnya wisata olahraga,” kata Harno.

Menurut Harno, berkat perbaikan fasilitas wisata olahraga, Palembang akhirnya menjadi pilihan tempat penyelenggaraan event internasional.

Hal terbaru, Palembang akan menjadi tuan rumah kompetisi robot se-Asia Tenggara. “Sea Games, Asian Games kita sukses. Selanjutnya Palembang akan menjadi tuan rumah kompetisi Robot se-Asia Tenggara, seperti Mobile Legend,” tambah Harno.

Guna membantu suksesnya sport tourism di Palembang, Pemkot Palembang bekerjasama dengan Universitas Sriwijaya dalam penguatan Bahasa. Rektor Unsri, Prof. Dr. Ir. H. Anis Saggaf, MSCE mengatakan, mahasiswa dan mahasiswi Unsri siap membantu dalam sektor bahasa.

Menurut Anis, mahasiswa Unsri yang pandai bahasa Inggris, hal ini bisa dimanfaatkan pemerintah, untuk membantu pengembangan sport tourism di Palembang.

“50 % mahasiswa Unsri bisa bahasa inggris. Bahasa inggris adalah bahasa pengantar internasional yang harus dikuasai mahasiswa Unsri. Tujuannya agar membantu pengembangan wisata di Palembang, seperti menjadi tourguide turis mancanegara,” kata Anis.

TEKS/FOTO : MUHAMMAD RIDHO




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com