Pemerkosa dan Pembunuh Mahasiswi UIN RF Palembang Dibekuk

 284 total views,  1 views today

PALEMBANG   I  KSOL —  Pelaku perampokan, pemerkosa dan pembunuh Fatmi Rohanayanti, mahasiswi UIn Raden Fatah Palembang akhirnya diringkus tim gabungan Satreskrim Polres Muaraenim, Polsek Gelumbang dan Polsek Lembak, Jumat (1/2/2019).

Kapolres Muaraenim, AKBP Afner Juwono, menjelaskan penangkapan pelaku yang diketahui bernama Sairun berawal dari kecurigaan penyidik saat berada di tempat kejadian perkara.

Saat itu, beberapa saksi dipanggil sehingga muncul nama Sairun yang menunggu lahan tersebut. Sairun juga diketahui bekerja menunggu lahan tersebut.

Setelah hasil dari tim laboratorium forensik, dipastikan juga bercak sperma yang berada di tubuh korban adalah milik pelaku Sairun.

“Sebagai pembanding, ternyata hasil dari lab forensik sperma identik milik pelaku (Sairun),” kata Afner saat rilis di Polsek Gelumbang, Jumat (1/2/2019) malam.

Dilanjutkan Afner, Sairun sehari sebelumnya sudah merencanakan ingin memiliki sepeda motor atau merampok Fatmi.

Disaat itu, korban yang sudah mengantar ibunya ke kebun atau ladang, pelaku bersembunyi sebelum menodong Fatnmi yang berlokasi di simpang tiga.

“Pelaku langsung menghentikan korban, korban pun sudah menyerahkan motor. Namun, korban menarik penutup wajah dan terbuka hingga mengenali Sairun,”

“Lantas hal itu membuat Sairun kalap langsung memukul Fatmi dan tangannya diikat,” jelasnya.

Setelah Fatmi diikat, Sairun menyuruh korban berjalan ke TKP penemuan mayat atau kebun karet, dan di tempat itu Sairun melakukan pemerkosaan terhadap korban sebanyak dua kali.

Diketahui juga, baru 2 tahun yang lalu Sairun bebas dari LP Nusakambangan dalam kasus yang sama.

Sairun mendekam di LP Nusakambangan selama 9 tahun. Saat ini barang bukti dan motor Beat warna Hijau Putih telah diamankan.

Kini, residivis kasus pembunuhan dan pemerkosaan itu diamankan petugas sejak pagi dan dilakukan pemeriksaan di polsek Gelumbang.

Seperti diberitakan sebelumnya, sesosok mayat perempuan ditemukan di kebun karet dalam keadaan bugil dengan leher bekas cekikan dan ada luka di (maaf) alat vital korban.

Anak sulung Hiro dan Umar itu kemudian dibawa ke rumah sakit umum daerah Prabumulih untuk dilakukan visum lalu dibawa ke rumah duka setelah sebelumnya hendak dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Palembang.

Fakta-Fakta

Fatmi Rohanayanti mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang ditemukan tewas di kebun karet, di Desa Menanti, Kecamatan Kelekar, Gelumbang, Muara Enim, Sumatera Selatan. Peristiwa ini membuat geger warga sekitar.

Dari informasi yang beredar, sebelum dibunuh Fatmi Rohanayanti telah terlebih dahulu diperkosa.

Jenazah ditemukan di semak belukar kebun karet. Korban sendiri pulang ke kampung halaman karena sedang dalam masa libur kuliah.

Berikut Fakta-fakta Pembunuhan Sadis Disertai Pemerkosaan Mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang

  1. Mahasiswi Fakultas Syariah UIN Raden Fatah Palembang

Staf Humas UIN Raden Fatah Palembang, Kemas Ari saat dihubungi Tribun membenarkan bahwa Fatmi Rohanayantimerupakan mahasiswi aktif di UIN Raden Fatah Palembang.

“Setelah kami cari infonya di Pusat Teknologi Pangkalan Data (PUSTIPD) UIN Raden Fatah Palembang bahwa memang benar almarhum adalah mahasiswi kami, tercatat almarhum ini semester 3 angkatan 2017,” jelasnya, Kamis (31/1/2019).

Diketahui pula almarhum Fatmi Rohanayanti ini mahasiswi aktif di Fakultas Syariah, program studi S1 Hukum Keluarga Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

Ditambahkan Kepala IT dan Pangkalan Data UIN RF Palembang, Fahruddin, almarhum ini kelahiran Desa Menanti, 16 November 1999.

“Menurut data yang ada di kami, almarhum anak dari pasangan Umar Nani dan Hirowati. Kedua orangtua alm ini bekerja sebagai petani,” tambahnya.

  1. Ditemukan Tak Berpakaian

Sebagaimana dilansir Tribunsumsel.com, pada Kamis (31/1/2019) malam, Jasad korban ditemukan sekitar pukul 15.00 Wib di kebun semak belukar di Desa Menanti Kecamatan Kelekar milik Kades Suban Baru bernama Feri.

Saat ditemukan kondisi mayat sudah dalam keadaan tidak berpakaian. Leher serta mulutnya diikat menggunakan pakaian korban.

Dari info yang beredar bahwa korban diduga menjadi korban pembunuhan dan dugaan pemerkosaan.

Tempat Kejadi Perkara Penemuan Jenazah Fatmi Rohanayanti di Kebun Karet Desa Kelekar, Gelumbang, Muara Enim, Sumatera Selatan.

Tempat Kejadi Perkara Penemuan Jenazah Fatmi Rohanayanti di Kebun Karet Desa Kelekar, Gelumbang, Muara Enim, Sumatera Selatan (Tribunsumsel.com/ SPK Polsek Gelumbang).

  1. Diduga Pelaku Kenal dengan Korban

Tewasnya Fatmi Rohanayanti binti Hirowati (20) warga Dusun IV Desa Menanti Kecamatan Kelekar ini pun dibenarkan oleh Kapolres Muaraenim, AKBP Afner Juwono. Sebagaimana dilansir Tribunsumsel.com, Kamis, (31/1/2019), dijelaskan adanya penemuan mayat tersebut.

“Memang benar adanya penemuan mayat tersebut, dugaan sementara korban dirampok, dibunuh dan diperkosa, namun petugas kita masih melakukan olah TKP untuk mencari tahu yang sebenarnya,” katanya.

Selain itu lanjutnya pihaknya juga menduga bahwa pelaku adalah orang yang dikenal korban. ” Tapi kita masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pelaku dan mengetahui motif pelaku melakukan hal keji tersebut,” katanya.

  1. Bekas Cekikan

Jenazah Fatmi Rohanayanti binti Hirowati (20) dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota Prabumulih dalam keadaan bugil.

Pimpinan Kamar Mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kota Prabumulih, Jumani mengatakan pihaknya baru menunggu dokter untuk melakukan pemeriksaan namun kemudian tidak jadi. “Di tubuh korban kita lihat diduga diperkosa dan leher ada bekas cekikan,” katanya.

Jumani membenarkan jenazah Fatmi Rohanayanti binti Hirowati (20) dibawa ke untuk divisum di rumah sakit Prabumulih.

Namun belum sempat divisum, jenazah kembali dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang atas perintah Kapolres Muaraenim, AKBP Afner Juwono.

“Tadi memang dibawa ke kamar mayat kita, namun baru dibuka hendak bersihkan, petugas mendapat perintah dari kapolres agar dibawa ke Bhayangkara Palembang, Lalu ditutup lagi dan dibawa ke Palembang,” ujar Jumaini ketika dibincangi di kamar mayat, Kamis (31/1/2019).

TEKS : Tribunsumsel.com/Edison





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster