Ketua PII Palembang : Pelajar harus mewarnai, bukan diwarnai

 647 total views,  1 views today

PALEMBANG I KSOL — Masa remaja adalah masa labil, apalagi di usia pelajar. Bila pelajar masa kini tidak punya pendirian dan idealisme, akan mudah terpengaruh hal negatif.

Sebagai pelajar yang aktif di Pelajar Islam Indonesia (PII) dan sudah menjadi kader PII akan merugi bila mudah mengikuti arus zaman. Kader PII, menurut Yusuf Wicaksono, Ketua PII Kota Palembang, harus mampu menjaga idealisme, supaya tidak tergiur oleh doktrin-doktrin dan informasi hoax yang menyesatkan.

“Intinya, pelajar yang jadi pemimpin harus mampu mewarnai bukan diwarnai, karena itulah arti penting dari idealisme bagi seorang pelajar,” tegas Yusuf pada Leadership Basic Training (LBT) atau Latihan Dasar Kepemimpinan yang diadakan Pelajar PII Kota Palembang, Rabu (26/12/2018).

Lebih lanjut Yusuf menegaskan, pelajar adalah pemimpin masa depan. Oleh sebab itu di masa mendatang pelajar harus mampu memimpin dengan pendirian dan idealisme. Menurutnya, idealisme bagi pemimpin penting. Sebab, pemimpin yang memiliki idealisme, tidak akan terpengaruh dengan kondisi yang bagaimana pun.

Melalui LBT Yusuf berharap, para pelajar yang mengikuti pelatihan ini dapat menjadi pemimpin yang idealis dan tetap menjaga akhkul karimah. Minimal, sebagai pelajar harus mampu menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, sebab setiap orang adalah pemimpin.

“Setiap orang adalah pemimpin. Minimal jadilah pemimpin untuk diri sendiri. Pelajar yang mengikuti pelatihan ini, harus jadi pemimpin yang menjaga idealisme-nya, ber-akhlaqul karimah, agar tidak menjadi pemimpin yang melakukan korupsi,” tegas Yusuf ketika ditemui kabarsumatera.com, di gedung Yayasan Pembangunan Umat (YPU), Sekretariat PII Kota Palembang lantai II, Rabu (26/12/2018).

Yusuf menambahkan, Falsafah Gerakan (FG) PII mengajarkan para pelajar yang sudah aktif di PII, harus tetap menjaga idealismenya, salah satunya tetap memegang teguh nilai-nilai ke-Islaman, dengan mentauladani kepemimpinan Nabi Muhammad SAW.

“Pemimpin yang seperti apa? Ya, pemimpin yang mengikuti gaya kepemimpinan Rasulullah, memiliki sifat sidiq, amanah, tabligh, dan fathanah,” tambah mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah (UIN-RF) Palembang.

Pada kesempatan yang sama, Harmain Al Fajri, Kepala Bidang (Kabid) Kaderisasi PII Kota Palembang, yang akrab disapa Aan mengatakan, secara konseptual bagi pelajar untuk menjaga idalisme mudah, tapi dalam kenyataannya sangat sulit untuk menjaga. Sebab pelajar sangat banyak dihadapkan dengan berbagai ganggunag dan godaan.

“Apa yang kita lakukan harus dipikirkan secara idealis, tetapi dalam realitas di lapangan tidak bisa. Sebagai contoh Pancasila. Pancasila memang sangat ideal, tapi dalam kenyataannya tidak semua dari poin-poin Pancasila bisa kita lakukan. Soalnya pasti ada kendala di lapangan,” kata Aan ketika ditemui kabarsumatera.com di Gedung YPU, Sekretariat PII Kota Palembang lantai II, Rabu (26/12/2018).

Ditanya tentang pemimpin idealis dalam pandangan pelajar, Aan mengatakan idealisme dalam konteks pelajar dimaknakan harus bersungguh-sungguh dalam segala hal yang baik, dan selalu berpikir maju dengan tetap berjuang.

“Idealisme itu menurut saya, seharusnya menjadi pelajar yang bersungguh-sungguh dan selalu berjuang dalam keadaan apapun, walau dibanting tetaplah berjuang, selalu maju, tegak, bangkit dan jadi panutan,” lanjut mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Indralaya ini.

Kata Aan, idealisme itu harus dipahami sebagai daya juang untuk mempertahankan nilai-nilai kebaikan. Artinya, dalam proses belajar, para pelajar belum selesai berjuang. “Para pelajar, harus terus berjuang dan memanfaatkan peluang baik untuk bangsa Indonesia,” tegasnya.

Aan menambahkan, melalui LBT diharapkan mampu memotivasi pelajar di Palembang agar peka terhadap permasalahan pelajar masa kini. Minimal, pelajar ketika di masa libur harus mengisi masa tenggang ini dengan kegiatan yang bermanfaat, dari pada sibuk bermain yang sia-sia.

“Dari pada mengisi libur dengan bermain gadget, akan lebih baik jika masa libur ini diisi dengan kegiatan bermanfaat, salah satunya mengikuti training kepemimpinan, agar para pelajar bisa berlatih dan mengembangkan potensi kepemimpinan yang ada di jiwa mereka. Jadi training ini tujuannya menjadi media berlatih bagi pelajar di Palembang,” tegasnya.

Aan juga berharap, LBT ini dapat membawa perubahan dan membentuk pelajar yang bisa memecahkan masalah ke-ummatan. Sebab pemimpin seperti itulah yang diharapkan zaman sekarang, yaitu menjadi tokoh yang mampu melakukan perubahan yang lebih baik.

Pada kesempatan berbeda, Deni Saputra (Deni), Staff  Pengembangan dan Pembinaan Organisasi (PPO) PD PII Palembang mengatakan, maksud dari pemimpin idealis, esensinya untuk membentuk karakter yang baik dalam diri pelajar.

Menjaga idealisme satu upaya pembentukan karakter pelajar yang baik sekaligus menyiapkan pemimpin berkualitas di masa depan.

“Contohnya seperti sikap mandiri dalam keadaaan yang kurang baik sekalipun dan tidak terpengaruh oleh keadaan,” kata Deni ketika ditemui kabarsumatera.com, di Gedung YPU, Sekretariat PII Kota Palembang lantai II, Rabu (26/12/2018).

Mengamini Yusuf, menurut Deni fokus dari kegiatan PII untuk membentuk pelajar yang tetap menjaga idealisme, memiliki identitas, mengenal dirinya dan dapat mengembangkan potensi di masing-masing pelajar.

Deni juga mengingatkan menumbuhkembangkan idealisme pada diri pelajar dalam arti, kader PII harus mampu berinovasi dan menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya.

“Ibarat sampul dan isi bukunya. Sampul itu dapat membuat buku menarik. Nah pelajar sama dengan itu. Pelajar harus mampu jadi sampul yang menarik dengan inovasi yang mereka miliki. Dan isi buku itu ibarat idealisme pelajar. Walaupun menarik di luar tapi kokoh di dalam,” tambah mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) ini.

Menguasai teknologi

Selain idealisme, Deni juga mengatakan di era Revolusi 4.0 pelajar harus mampu menguasai dan memahami teknologi agar tidak tertinggal. Ketika seorang pelajar memahami teknologi, dia akan maju dan tidak ketinggalan zaman.

“Pelajar harus mampu menggunakan aplikasi digital, sebagai sarana menyebarkan ilmu-ilmu kepada pelajar yang lain, agar berguna dan bermanfaat bagi masyarakat serta dirinya sendiri,” imbuhnya.

Training kepemimpinan pelajar yang diadakan PD PII Kota Palembang akan dilaksanakan pada 28 Desember 2018- 3 Januari 2019, bertempat di Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Sumsel atau di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Kahfi Km 9, Kecamatan Sukarame, Jalan Perindustrian II, Kelurahan Kebun Bunga No 19 Palembang. **

TEKS / FOTO : MUHAMMAD RIDHO   I  EDITOR  : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster