Gebyar Seni Budaya : Upaya mewujudkan Sosrodipuran Ndalem Djayaningratan jadi kampung wisata

 185 total views,  1 views today

YOGYAKARTA  I  KSOL  — Yogyakarta, dengan segala potensi wisatanya tak henti dalam satu titik. Upaya peningkatakan perekonomian masyarakat sekitar hingga kini masih terus digalakkan. Salah satu diantaranya melalui Gebyar Seni Budaya Sosrodipuran yang digelar pada akhir tahun 2018.

Rully Permana penanggung jawab kegiatan mengatakan, bahwa kegiatan ini merupakan titik awal, dari kegiatan rutin yang akan diselenggarakan setiap tahun, yang akan dibagi, baik skala lokal, nasional dan International.

Gelaran budaya ini menurut Rully, untuk mendorong terwujudkan Sosrodipuran Ndalem Djayaningratan menjadi kampung wisata. Diharapkan, melalui kegiatakan ini akan memberi dampak positif perekonomian masyarakat sekitar.

“Hotel-hotel di sekitar kampung Sosrodipuran, nantinya akan bermitra dengan pihak biro-biro perjalanan, komunitas expatriat, hotel-hotel, art managemen dan sekolah atau institusi pendidikan,”ujarnya.

GEBYAR SENI BUDAYA — Suasana salah satu agenda seni budaya dalam Gebyar Seni Budaya Sosrodipuran yang digelar pada akhir tahun 2018. (Foto.Dok.KSOL/Jajang)

Senada dengan itu, Suhardi, tokoh seni budaya Sosrodorpuran yang juga pendiri Padepokan Songsong Budoyo Yogyakarta mengatakan, tak kalah penting dalam kegiatan ini untuk mengangkat dan melestarikan bangunan Ndalem Djayaningratan menjadikan icon dari kampung wisata Sosrodipuran.


BACO JUGO BERITA INI : Kirab Budaya : Nguri-uri Budaya Jawa Ndalem Djayaningratan


Selain itu kegiatan yang mengusung tema “Menuju Masyarakat Sadar Budaya; Nguri-uri Budaya Jawa Khususnya Ndalem Djayaningratandiselenggarakan Padepokan Songsong Budoyo, untuk mempersiapkan generasi muda agar peduli dan turut melestarikan tradisi serta kearifan lokal dan menggalang masyarakat mempersiapkan programnya.

“Sudah menjadi tugas bersama untuk melestarikan seni budaya tradisional dengan berbagai cara mengemasnya menyesuaikan atensi generasi muda, sehingga tertarik ‘Nguri-uri’ budaya lokal sesuai kebutuhan jaman. Sebuah kolaborasi antara seni budaya dulu, kini dan mendatang dapat terwujud dengan elegan tanpa menghilangkan seni tradisinya,” kata Suhardi.

Menurut Suhardi, Kampung Sosrodipuran Ndalem Djayaningratan terbuka untuk kerjasama dengan seniman dan masyarakat dalam melestarikan dan mengembangkan seni budaya tradisi. Tempat ini memiliki joglo untuk pertunjukan dan ruang untuk pameran.

Gebyar Seni Budaya Sosrodipuran yang digelar pada akhir tahun 2018 menampilkan berbagai event; Sarasehan Budaya (Senin 17 Desember, pukul 19.30 Wib), Kirab Budaya (21 Desember 2018, 14.00wib), Ketoprak (Jumat, 21 Desember 2018), Pameran Seni Budaya, (22 Desember 2018 – 2 Januari 2019), Pesta Rakyat, (22 Desember 2018). Kegiatan ini dilangsungkan di SD Netral C, Sosrodipuran, Gedung Tengen, Yogyakarta.

TEKS : JAJANG R KAWENTAR   I  EDITOR   : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster