Jambore Tahfidz 2018 resmi di buka. Mustofa : Dakwah kita semakin berat

 309 total views,  1 views today

PALEMBANG  I  KSOL  — Dakwah Islam di era revolusi indutsri digital 4.0 kian menghadapi tantangan. Oleh sebab itu, perjuangan dakwah dewasa ini umat Islam harus bersatu. “Tujuannya untuk melawan berbagai tantangan tersebut dan mempersiapkan generasi kita untuk kebangkitan umat Islam dimasa yang akan datang,”  ujar H. Mustofa Kamal anggota DPR RI, saat membuka Jambore Tahfidz ke-4 di Pondok Pesantren Kiai Marogan Talang Betutu Palembang, Sabtu (15/12/2018).

Lebih lanjut Mutofa mengatakan, kegiatan Jambore Tahfidz merupakan kegiatan dakwah inovasi dari ustadz-ustadz muda. Dirinya sangat mengapresiasi kegiatan itu, apalagi dengan pendekatan alam.

“Di masa mendatang, santri diharapkan bukan hanya bisa menghafal Al-quran saja, tetapi juga mengamalkan sekaligus mengenal dan ramah terhadap lingkungan sekitarnya,” katanya.

Mentadabur Al Qur’an sambil mengenal alam semesta menurut Mustofa, memberikan makna tersendiri bagi para penghafal Al Quran. Diharapkan, melalui kegiatan ini menjadi komitmen bagi guru tahfidz di Sumsel dalam rangka menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an bagi ustadz dan para santrinya.

Pada kesempatan yang sama,. Pembina Yayasan Pesantren Kiai Marogan, Ustadz H. Masagus Ahmad Fauzan Yayan, SQ, menegaskan kegiatan ini dikemas dalam dzikir, taushiyah, dongeng oleh Mas Kuncoro dari Jakarta, games, menghafal Qur’an, santri ngebolang dan lainnya.

Tokoh muda yang akrab dipanggil Ustadz Yayan ini berharap, melalui Jambore Tahfidz ini para santri dapat menghafal Al-Quran sambil mentadabbur alam di pesantren Tahfidz Kiai Marogan Palembang.

Ustadz Khairul Amin, Ketua Pelaksana mengatakan kegiatan ini digelar atas kerjasama Yayasan Pesantren Tahfidz Kiai Maorgan, Yayasan Kaffah Al Mundzirin dan Sekolah Alam Sriwijaya Palembang. Jumlah peserta jambore, menurut Ustadz Khairul diikuti 500 santri berasal dari Palembang, Banyuasin, Musi Banyuasin dan OKU Timur.

Dijelaskan, Jambore Tahfidz di Palembang merupakan kegiatan lanjutan yang sebeumnya sudah pernah dilakukan di wilayah lain. “Jambore di Talang Betutu ini, merupakan jambore yang keempat. Sebelumnya, Jambore tahfid sudah dilakukan di  Pagaralam, Kedua di Bangka, ketiga di Palembang, dan keempat kembali ke Palembang,” tambahnhya.

Pada acara yang alan berlangsung selama 3 hari (15-17/12/2018) ini, mengusung tema “Sholeh Sholehah Kuat dan Mandiri” yang dihadiri juga M. Daud, wakif areal Ponpes Kiai Marogan Palembang, pendongeng asal Jakarta, Mas Kuncoro, para kiai dan ustadz rumah tahfid di Sumsel serta tokoh masyarakat sekitarnya.

TEKS : H AHIRMAN RASYID   I  FOTO DOK.PANPEL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster