Ada Pendukung Fanatik, Pilpres 2019 Diperkirakan Ulangi 2014

 336 total views,  2 views today

JAKARTA  I  KSOL  — Hasil Pemilihan Presiden 2019 diperkirakan mengulang Pilpres 2014 dimana Joko Widodo akan mengungguli Prabowo Subianto. Pendukung fanatik masing-masing pasangan calon jadi penentu utama.

Hal ini juga yang menyebabkan hasil jajak pendapat sejumlah lembaga masih menempatkan Joko Widodo yang pada Pilpres 2019 berpasangan dengan Ma’ruf Amin, masih unggul dari Prabowo yang berpasangan dengan Sandiaga Uno.

Terbaru, Alvara Research Center memperkirakan Jokowi-Ma’ruf Amin akan mendapat 53,6 persen suara. Sementara Prabowo-Sandiaga mendapat 35,2 persen suara. Jumlah responden yang belum menentukan pilihan sebanyak 11,2 persen.

Founder and CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali mengatakan tak perlu analisis rumit untuk menentukan hasil di Pilpres mendatang. Berkaca hasil Pilpres 2014 dan survei sejumlah lembaga, bisa diperkirakan siapa yang akan jadi pemenang.

“Jadi sebenarnya pilpres sebenernya tidak bisa dianalisis yang rumit-rumit karena posisinya mengulang Pilpres 2014. Kalau dilihat pasangan ini punya pendukung fanatik masing-masing. Jadi kira-kira hasilnya tidak akan jauh dari situ terus sampai pilpres 2019,” kata Hasanuddin di Jakarta Pusat, Minggu (26/8) saat memaparkan hasil surveinya.

Survei terbaru Alvara digelar pada 12-18 Agustus 2018 menggunakan metode multi stage random sampling dengan melibatkan 1.500 responden berusia 17 tahun ke atas. Sampel diambil di seluruh provinsi di Indonesia, dengan jumlah sampel tiap provinsi proporsional terhadap jumlah penduduk. Margin of error sebesar 2,53 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasanudin mengatakan, unggulnya Pasangan Jokowi-Ma’ruf daripada Prabowo-Sandiaga bukan dipengaruhi faktor kinerja Jokowi yang sudah teruji dalam memimpin pemerintahan melainkan citra calon presiden dari kedua pihak lebih melekat di masyarakat.

“Memang bukan karena faktor kinerja atau aapa tapi karena psikologi publik yang sudah terbelah, Jokowi atau prabowo,” kata Hasanudin.

Ia menyampaikan berdasarkan survei yang dilaksanakan pada Februari lalu dengan metode dan jumlah responden yang sama dengan survei Agustus, elektabilitas Jokowi meraih 52,0 Persen suara responden sedangkan Prabowo sebesar 33,2 persen.

Kemudian, survei pada bulan Mei Jokowi meraih 52,3 persen, sedangkan Prabowo meraih sebesar 33,6 persen.

Demikian juga survei pada bulan Juli. Elektabilitas Jokowi lebih unggul yakni 52,6 persen. Sedangkan Prabowo 35,4 persen.

Pasca pendaftaran calon presiden-wakil presiden, elektabilitas Jokowi meningkat menjadi 53,7 persen. Sedangkan Prabowo 35,8 persen.

Sebelumnya dalam survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, tingkat keterpilihan atau elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf itu mencapai 52.2 persen.

Dalam survei yang digelar 12 Agustus-19 Agustus 2018 itu, Prabowo-Sandiaga hanya mendapatkan 29.5 persen. Sementara itu, 18,3 persen responden masih merahasiakan pilihannya.

TEKS : CNN INDONESIA.COM





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster