Ini kisah nyata, bukan fiksi : Oknum Anggota Dewan di MUBA Nyolong Daging Kurban

Pengamat osial dan politik Sumsel, Bagindo Togar Butar Butar

PALEMBANG   I  KSOL  — Kenyataan yang cukup memalukan dialami lembaga legislatif di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang terjadi belakangan ini. Dimana, pada Hari Raya Idul Adha setiap orang ingin mendapat berkah dengan cara berkurban, ini justru menjadi musibah bagi wakil rakyat di salah satu Kabupaten terkaya tersebut.

Menanggapi hal itu, pengamat sosial dan politik, Bagindo Togar Butar Butar sebagaimana ditulis RMOL SUMSEL, Bagindo mengatakana bingung dengan perbuatan salah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muba yang beberapa hari ini menjadi pemeberitaan hangat.

“Entah apa alasan atau motivasinya sehingga melakukan perbuatan tidak terpuji itu, yang menuai beragam celaan, sinisme, kelucuan bahkan akhirnya berurusan pihak berwajib,” ungkapnya, Sabtu (25/8/18).

Sungguh ironis, kenyataan yang cukup memalukan dialami oleh oknum Anggota DPRD Muba tersebut. Karena sejatinya sebagai Wakil rakyat, mereka dituntut untuk bersikap atau berperilaku aspiratif, amanah dan taat hukum.

“Coba kita telusuri apa penyebab utama yang mendorong sang legislator daerah berani melakukan perbuatan yang tak pantas itu,” imbuhnya.

Alumni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) ini berharap, ada tindakan berupa penelusuran, kenapa oknum anggota DPR yang notabene telah diberikan berbagai macam fasilitas terkait kesejahteraannya sebagai wakil rakyat.

Karena apa yang dilakukan menimbulkan berbagai macam pertanyaan, sehingga yang bersangkutan berani melakukan perbuatan tersebut.

Seperti, pertama, bisa saja selama ini beliau memiliki kecenderungan karakteristik yang biasa berkeinginan memiliki yang bukan menjadi hak nya. Kedua, ada kebutuhan keuangan sesaat yang mendesak (asumsi daging sapi kurban, mudah utk dijual), atau ketiga, puluhan kantong daging kurban bukan untuk dijual atau dikonsumsinya, tapi untuk dibagikan kembali kepada orang orang terdekatnya atau “berderma” dibasis dapilnya dan keempat mungkin juga beliau “berspekulasi merumitkan kerja” panitia pembagian kurban.

“Asumsi tersebut akan jelas terjawab, ketika pihak berwajib serta berwenang melakukan interogasi yang mendalam terhadap kasus tersebut,” ujarnya.

Ketika semuanya terjawab, maka akan kembali kepada masyarakat, apakah nanti memberikan sanksi sosial atau sanksi hukum terhadap oknum anggota DPRD Kabupaten Muba tersebut. Ini tentunya pelajaran bagi semua pihak untuk tidak melakukan tindakan tercela ditengah kegiatan sosial keagamaan seperti ini.

“Bukankah menebar berkah sebanyak-banyaknya membuat hidup ini terasa lebih Indah,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ada daging qurban itu dicuri salah satu oknum anggota DPRD Muba dari fraksi PKB.

Jumlah daging hewan qurban yang hilang tersebut, diketahui sebanyak 100 kantong plastik dimana 1 kantong nya berisi 1 kg daging. Dari sebanyak 1300 daging hewan qurban.

TEKS : RMOL SUMSEL




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com