Begawan Cerita Pendek Indonesia Hamsad Rangkuti Meninggal

JAKARTA  I  KSOL   –– Dunia sastra Indonesia kembali kehilangan salah seorang yang memiliki kontribusi besar terhadap laju perkembangannya. Seorang maestro cerita pendek, Hamsad Rangkuti, meninggal dunia pada Minggu (26/8) pagi di Depok, Jawa Barat pada usia 75 tahun.

Lelaki kelahiran Medan, Provinsi Sumatra Utara, 7 Mei 1943 ini telah terbaring tak sadarkan diri selama kurang lebih tiga bulan sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Seorang fotografer kenamaan Indonesia, Arbain Rambey, mengucapkan belasungkawa lewat akun twitter miliknya atas kepergian pria yang pernah menjabat sebagai pemimpin redaksi majalah sastra, Horison.

Hamsad Rangkuti termasuk salah satu tokoh yang membubuhkan tandatangan Manifes Kebudayaan (Manikebu) pada 1964 silam.

Manikebu adalah pernyataan para seniman yang menolak politik sebagai panglima. Presiden Soekarno akhirnya melarang kelompok itu karena dinilai menyeleweng, dan ingin menyaingi Manifesto Politik yang ia tetapkan.

Kondisi Hamsad sempat mendapat perhatian dari publik yang kemudian bergerak lewat platform penggalangan dana dan donasi. Gerakan yang digagas oleh Ricky Pesik ini menargetkan Rp100 juta untuk didonasikan kepada Hamsad Rangkuti.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, hingga Minggu (26/8) pukul 11.00 WIB, dana yang terkumpul sekitar Rp39 juta.

Dalam laman tersebut, Ricky menulis kondisi Hamsad mulai memburuk pada 2009, tidak lama setelah ia mendapatkan penghargaan SEA Writers Award di Thailand.

TEKS : CNN INDONESIA.COM




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com