Saat Idrus Marham Ngaku Jadi Tersangka KPK

 72 total views,  1 views today

JAKARTA  I  KSOL  — Kabar mengejutkan datang dari Idrus Marham. Idrus memutuskan mundur dari jabatan Menteri Sosial dan kepengurusan Golkar.

Idrus Marham mundur dengan alasan ingin berfokus menghadapi proses hukum di KPK dalam perkara dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Sejak operasi tangkap tangan (OTT) Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, nama Idrus ikut ‘terseret’.

Baco jugo :  IDRUS MARHAM DIDUGA TERIMA JANJI JATAH DUIT USD 1,5 JUTA

Di kompleks Istana setelah mengajukan pengunduran diri, Idrus Marham tanpa ragu menyebut dirinya menjadi tersangka di KPK. Status tersangka ini diinterpretasikan Idrus Marham lewat surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) yang diterima Idrus, Kamis (23/8) sore.

“Sudah kemarin sore, kan atas dasar itu saya mengundurkan diri,” ujar Idrus, Jumat (24/8/2018).

“Kemarin sudah pemberitahuan penyidikan. Yang namanya kalau sudah penyidikan, itu kan pasti sudah statusnya tersangka,” imbuhnya.

Idrus akan menghadapi proses hukum di KPK dengan menunjuk tim pengacara. Idrus, yang sudah tiga kali diperiksa KPK, mengaku siap menghadapi proses hukum.

Baco jugo : JADI TERSANGKA KASUS SUAP, INI PERAN IDRUS MARHAM

Soal pengumuman status tersangka, KPK justru mengaku ‘kecolongan’. Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan KPK segera menggelar jumpa pers terkait duduk perkara kasus suap dan dugaan keterlibatan Idrus Marham.

“Jadi begini, kami sebetulnya kedahuluan. Nanti sebenarnya Bu Basaria (Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan) akan ada konferensi pers,” ujar Agus.

Soal kasus Idrus Marham, Jokowi menegaskan menghormati kewenangan KPK. Idrus menjadi menteri pertama di Kabinet Kerja yang menjadi tersangka kasus dugaan korupsi yang ditangani KPK.

“Ya, ini kan kasus lama, ya kita menghargai apa yang menjadi wilayah kewenangan KPK,” kata Jokowi di Istana.

Jokowi mengatakan sudah menerima surat pengunduran Idrus di Istana. Dia mendapatkan penjelasan bahwa Idrus Marham ingin berfokus menghadapi permasalahan hukumnya di KPK.

“Dan saya harus sampaikan apa adanya, saya menghargai komitmen Pak Idrus Marham, kesatria menghadapi masalah hukum,” ujar Jokowi.

Setelah Idrus mundur, Presiden Jokowi melantik Agus Gumiwang sebagai Mensos. Jokowi mengaku keputusan Agus Gumiwang diangkat sebagai Menteri Sosial diambil dalam waktu yang sangat cepat.

“Yang paling penting, utamanya tugas kementerian, jangan sampai berimbas oleh masalah,” ujar Jokowi.

Sedangkan Golkar mengganti Agus Gumiwang di Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin. Golkar memastikan Agus Gumiwang akan mundur dari posisi bendahara timses.

“Terkait dengan Pak Agus Gumiwang Kartasasmita, yang baru saja dilantik menjadi Menteri Sosial, tentu dalam posisi tim pemenangan tim nasional juga akan ada penggantinya,” ujar Ketum Golkar Airlangga Hartarto.

TEKS : DETIK.COM





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster