Guru Honorer dapat SK Plus Kenaikan Tunjangan Daerah

 429 total views,  2 views today

PALEMBANG  I  KSOL  – Sebanyak lebih dari 13.000 guru honorer SMA/SMK sederajat di Sumatra Selatan patut berbangga karena Gubernur Sumatra Selatan menyerahkan SK Honorer, Minggu (24/06). Dengan terbitnya SK Honorer, maka para guru Non-PNS ini bisa mengurus tunjangan sertifikasi mulai tahun 2019.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Widodo melaporkan, dari 13.000 lebih guru SMA/SMK se-Sumsel namun yang bisa hadir pada kesempatan ini hanya sekitar 10.500 orang. Menurut Widodo, berbekal SK ini nantinya dapat digunakan untuk Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) sebagai syarat mengurus sertifikasi. Sehingga guru tersebut bisa mendapatkan tunjangan sertifikasi.

“Dengan SK tersebut nantinya guru honorer bisa mengurus kebutuhan yang diperlukan dan dicairkan mulai Januari 2019 mendatang,” ujarnya pada halal bihalal, silaturahmi dan sosialisasi Asian Games 2018 bersama Gubernur Sumsel H Alex Noerdin di Palembang Sport & Convention Centre (PSCC), Minggu (24/06).

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, bukan hanya mendapatkan SK Honorer, akan tetapi para guru honorer ini juga mendapatkan tambahan tunjangan. Sebab menurut Alex, tunjangan daerah yang sekarang diterima  yaitu Rp1 juta per guru, terlalu kecil dan tidak seimbang dengan jasa guru. Oleh karena itu, dirinya memutuskan akan menambah tunjangan daerah bagi guru honorer menjadi Rp1,5 juta per bulan.

“Dari Rp1 juta tunjangan guru saya naikkan menjadi Rp1,5 juta per bulan. Kenaikan tunjangan guru honorer diperlukan untuk lebih meningkatkan kesejahteraan guru honorer. Seorang guru merupakan pahlawan tanpa tanda jasa. Tentu tanpa guru saya tidak akan bisa berdiri disini dan tanpa guru saya tidak bisa menjadi Gubernur,” kata Alex.

Selain itu, dijelaskan pelopor sekolah gratis dan berobat gratis ini, bahwa sejak dari dulu Pemerintah Provinsi Sumsel telah mencanangkan program prioritas yaitu pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja. “Tiga program prioritas ini yang akan menunjang pembangunan Provinsi Sumsel ke depan,” terangnya.

Disebutkan Alex, Provinsi Sumsel bukan provinsi terkaya, akan tetapi Provinsi Sumsel salah satu provinsi yang paling disegani oleh provinsi yang ada di Indonesia. Bahkan hanya dua kota besar yang bisa menjadi tuan rumah Asian Games 2018 yaitu Jakarta dan Palembang. Dibalik terpilihnya Palembang sebagai tuan rumah Asian Games 2018 ditegaskan Alex dikarenakan Sumsel merupakan daerah zero conflict. “Alhamdulilah tidak pernah terjadi kerusuhan antaretnis dan umat beragama di Sumsel,” ucapnya.

Selain kondusifitas daerah, Provinsi Sumsel juga mempunyai modal lainnya yaitu Jakabaring Sport City (JSC) serta pengalaman dalam menggelar baik event-event nasional bahkan internasional. Sejak 2011 tak kurang sudah 42 event olahraga internasional digelar di Palembang. Mulai dari Pekan Olahraga Nasional (PON) 2004, SEA Games 2011, Islamic Solidarity Games 2013 dan Asean University Games 2014.

“Dengan adanya Asian Games 2018 kita mendapat empat ruas jalan tol, dua Jembatan Musi, underpassflyover, rumah sakit, perluasan bandar udara, rumah sakit, fasilitas air bersih dan Light Rail Transit (LRT),” pungkas Alex.

TEKS : FORNEWS.COM





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster