Pangdam II SWJ Usul agar Presiden siapkan lahan untuk Suku Anak Dalam

 265 total views,  30 views today


PALEMBANG  I KSOL – Keberadaan Suku Anak Dalam (SAD) di Dusun Jelutih, Kecamatan Bhatin XXIV, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi menjadi perhatian prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang bertugas di wilayah Komando Daerah Militer (Kodam) II Sriwijaya.

Prajurit Kodam II/Swj di bawah komando Panglima Kodam (Pangdam) II/Swj, Mayjen TNI AM Putranto S.Sos akan membuka akses bagi SAD agar bisa menikmati tanah sendiri. Maklum, selama ini SAD menempati lahan konservasi sehingga tidak bisa dikelola oleh SAD.

“Saya sudah mengajukan kepada Bapak Presiden Joko Widodo agar memberikan pembebasan lahan kepada SAD. Alhamdulillah, Bapak Presiden menyetujui dan memberikan 5.000 hektar kepada SAD. Lahan tersebut bisa dimanfaatkan SAD untuk bercocok tanam.

Melalui upaya ini, menurut Pangdam rencana meningkatkan taraf hidup masyarakat SAD dapat setara dengan warga lain dapat terwujud.

“Melalui cara ini, SAD dapat merasakan nikmat kemerdekaan republik ini, tentunya tanpa meninggalkan kearifan lokal,” kata Pangdam II/Swj, Mayjen TNI AM Putranto di Ruang Tamu Pangdam II/Swj, Kamis (15/3/208).

Sebelumnya, Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM Putranto bersama Ketua Persit KCK PD II/Swj, Ny. Annies Putranto dan Bupati Batanghari, Ir Syahirsah SY harus menggunakan kendaraan off road lantaran akses menuju SAD harus melewati medan berlumpur.


Di sana, Pangdam II/Swj Mayjen TNI AM Putranto S.Sos melakukan kegiatan bakti sosial berupa pengobatan massal, pembagian Sembako, penyerahan bantuan pakaian, alat alat pendidikan bagi anak anak SAD dan penyerahan fasilitas MCK dan air bersih.

“Saya juga sedang mendidik 2 orang Siswa Secaba yang berasal dari SAD. Diharapkan mereka nantinya bisa kembali mengabdi menjadi Babinsa untuk meningkatkan derajat dan martabat SAD,” harapnya.

Seperti diketahui, hobi lintas medan menggunakan kendaraan off road dimanfaatkan Pangdam II/Swj untuk menjangkau daerah terluar yang sulit dilewati menggunakan kendaraan lain.

Jenderal Bintang Dua ini bercerita, kecelakaan pesawat yang membentur Bukit Salak di Bogor, Jawa Barat menjadi awal mula menekuni hobi menguji adrenalin tersebut. Saat ini, distribusi makanan sulit dilakukan karena terkendala dengan medan yang curam.

“Saat itulah saya berpikir lintas medan itu hanya bisa dilalui oleh 4×4, sejak saat itulah saya mulai menekuni hobi ini,” terang peraih penghargaan IMI Jawa Barat (Jabar) Lifetime Achievement Awards 2017.

TEKS : TIM KSOL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster