Wahyu : media digital menghadapi 2 tantangan, Ketua AMSI Bali terpilih  

 436 total views,  2 views today

 


GIANYAR  I  KSOL —  Wahyu Dhyatmika, Pemimpin Redksi Tempo.Co mengatakan, di tengah banjirnya informasi dewasa ini, tata kelola bisnis media digital di Indonesia saat ini dihadapkan pada dua tantangan besar, terutama menyangkut konten yang sehat dan bagaimana bisnis yang dikelola bisa menjanjikan.

“Media online ke depan harus bisa menjawab bagaimana menyiarkan konten  berita yang berkualitas dan bisnis  yang sehat, ” ujar Wahyu dalam diskusi  “Tantangan dan Peluang Media Siber di Era Milennial” yang dirangkai dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Bali di Wake Resto and Dolphin,  Pantai Keramas,  Gianyar, Senin (5/3/2018).

Sementara, Arfi Bambani lebih menyoroti tentang ciber. Menurutnya, media siber di daerah diharapkan tidak terjebak pada apa yang dilakukan media siber nasional. Namun, lebih fokus pada membangun kreativitas kekhasaan konten sehingga bisa menjadi referensi informasi di daerah.

Soal peluang dan tantangan, para pengelola  media siber di daerah bagaimana bisa memanfatkan sosial media seperti facebook, line dan lainnya dalam mendistribusikan konten konten yang sehat.

Arfi juga mendorong media siber di daerah, untuk membangun sindikasi dengan media siber daerah lainnya maupun pusat, dengan sharing yang saling menguntungkan. “Media media besar semangatnya juga harus mengayomi media-media kecil di daerah,” tandasnya.

Pada Konferwil itu, I Nengah Muliartha, Pemimpin Redaksi (Pemred) Beritabali.com, terpilih sebagai Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Bali, pada Konferensi Wilayah (Konferwil) yang berlangsung di Wake Resto and Dolphin,  Pantai Keramas,  Gianyar, Senin (5/3/2018).

Dari 16 peserta yang mewakili pemimpin redaksi media online, akhirnya menyepakati untuk memilih I Nengah Muliarta sebagai Ketua AMSI Wilayah  Bali periode 2018-2023.

Dalam sambutaannya, Muliartha menyampaikan  agar AMSI Pusat bisa mendorong Dewan Pers agar membantu memfasilitasi Uji Kompetensi Jurnalis, sehingga diharapkan semua jurnalis yang berhimpun di AMSI,  memiliki  sertifikasi kompetensi dalam mewujudkan profesionalisme.

“Kami ingin memastikan anggota AMSI bekerja sesuai standar jurnalistik, sehingga  produk konten yang dihasilkan berimbang,  tidak beritikad buruk dan sesuai kode etik jurnalistik,” tegasnya.**

TEKS : TIM /REL/ KSOL





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster