KLHK Luncurkan Standar Penyelenggaraan Kegiatan Ramah Lingkungan

 366 total views,  2 views today

JAKARTA  I  KSOL –  Mengiringi momentum peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 21 Februari 2018, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) meluncurkan Standar Sistem Pengelolaan Kegiatan (Event) Berkelanjutan.

Standar ini merupakan adopsi ISO 20121:2012 menjadi SNI ISO 20121:2017, tentang Sistem Manajemen Event Berkelanjutan – Persyaratan dengan Panduan Penggunaan, dan Standar X #goodevent tentang praktek pendampingan event berkelanjutan.

Kepala Pusat Standardisasi LHK, KLHK, Noer Adi Wardojo mengatakan, dukungan KLHK dilakukan sebagai salah satu upaya mewujudkan Indonesia bebas sampah. “Caranya melalui penyelenggarakan event yang berkelanjutan, dan berdasar pada prinsip-prinsip ramah lingkungan,”  ujarnya di Jakarta (22/02/2018).

Lebih lanjut, Noer Adi menyatakan kesiapannya untuk menggulirkan standar-standar yang sifatnya lebih operasional untuk digunakan para pihak di lapangan. “Terlebih saat ini di Indonesia sedang marak event. diharapkan semuanya dapat ramah lingkungan dan bebas dari masalah sampah”, tuturnya.

Noer Adi memaparkan, selama 2018 telah terdaftar sebanyak 3.000 event. Diantara dari sekian banyak event, ada 100 event diantaranya terpilih sebagai 100 wonderful premiere event, termasuk 20 event yang berlokasi di taman nasional.

“Kami harap event tersebut dapat dilaksanakan secara ramah lingkungan. Kita ingin menunjukkan Indonesia alamnya indah dan masyarakatnya juga indah, dalam arti tidak buang sampah sembarangan, bertanggung jawab, dapat menjaga lingkungan tetap bersih,” tambahnya.

Menurut Noer Adi, permasalahan yang kerap muncul adalah penumpukan sampah, dan kemacetan lalu lintas, sehingga hal ini di masa mendatang perlu dikelola dengan baik.

“Dalam standar ini akan diatur dari sisi penanganan sampah, termasuk limbah makanannya. Material sampah nantinya tidak hanya dibuang, tetapi diolah kembali dan dimanfaatkan, sehingga bernilai secara sosial, ekonomi, dan menguntungkan”, jelasnya.

Standar X #goodevent merupakan salah satu inovasi Pusat Standardisasi LHK, KLHK dengan dukungan komunitas Clean Action Network. Standar ini memuat pedoman-pedoman praktis pelaksanaan event berkelanjutan riil dilapangan, sementara SNI ISO 20121: 2017 merupakan standar internasional pelaksanaan event berkelanjutan.

“Standar ini sebagai panduan penyelenggaraan acara yang memperhatikan aspek kepekaan sosial yang baik, bertanggungjawab akan potensi sampah, mengurangi polusi dan ramah lingkungan,” jelas Noer Adi.

3 hal utama

Sementara, Tazbir, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah, Kementerian Pariwisata, menyampaikan sektor pariwisata saat ini menjadi prioritas nasional. Sebab dapat pariwisata menggerakkan sektor ekonomi, seiring meningkatnya kunjungan wisata di Indonesia.

“Dalam pengelolaan pariwisata ada tiga hal utama, yaitu keamanan, ketertiban, dan kebersihan. Selama ini kami belum menggunakan standar, tetapi bench marking. Dengan demikian perlu peningkatan koordinasi dalam hal-hal tersebutm,” ujarnya.

Tazbir juga sangat mendukung kampanye lingkungan untuk dapat diterapkan dalam suatu event, sehingga suatu event dapat memilki kesan baik dari publik, dan berkelanjutan.

Standar X #goodevent adalah jenis pertama dari rangkaian standar eXperiential series, salah satu inovasi Pusat Standardisasi LHK untuk mengembangkan standar secara bottom up. Selain itu, standar ini merupakan tindak lanjut KLHK dengan Kementerian Pariwisata, menuju pelaksanaan event yang berkelanjutan.

Pada kesempatan ini turut hadir perwakilan dari komunitas Clean Action Network, yang menyampaikan beberapa pengalamannya dalam penyelenggaraan event dengan konsep ramah lingkungan.

TEKS : TIM KSOL  I  FOTO : GOOGLE IMAGE





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster