Terkait OTT Oknum Pejabat Muratara, Bupati Muaratara Sangat Kecewa

10 total views, 3 views today

MUSI RAWAS UTARA | KSOL  — Bupati Musi Rawas Utara (Muratara), H M Syarif Hidayat menyatakan sangat kecewa terhadap salah seorang pegawainya yang terkena OTT oleh Polda Sumatera Selatan, Selasa (14/11/2017).

Dia mengaku terkejut saat mendapat kabar bahwa Adriansyah (47), yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Penataan Ruang (PR) ditangkap atas dugaan korupsi proyek pengadaan pipa PDAM.

“Saya terkejut dan saya kecewa, saya lagi di rumah, ditelpon oleh pak Kapolres (Lubuklinggau), dia bilang Saber Pungli.  Tapi apapun itu kalau melanggar hukum, saya kecewa,” katanya Kamis (16/11/2017) di Kabupaten Muratara.

Syarif Hidayat menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut untuk diproses secara hukum sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. “Sekarang sudah di Mapolda, dan silahkanlah proses hukum,” tegasnya.

Bupati menambahkan, selaku pemerintah daerah, pihaknya sudah berulang kali mengingatkan kepada seluruh pegawainya agar jangan pernah melakukan perbuatan yang melanggar hukum.

“Setiap apel pagi, setiap rapat-rapat, saya selalu ingatkan, bekerjalah dengan baik dan benar, jangan ada macam-macam, tidak boleh pungli, apalagi fee-fee proyek, jangan ada itu, jangan coba-coba, saya ingatkan terus,” katanya.

Bupati mengaku, ia sudah banyak menindak tegas para pegawainya, seperti ada yang diturunkan jabatannya, ada yang dinonjobkan sementara, bahkan ada juga yang langsung dicopot dari jabatannya.

Saat ditanya apakah Pemerintah Kabupaten Muratara menyiapkan kuasa hukum? Bupati menjawab, jika dibutuhkan oleh tersangka, pihaknya sudah menyiapkan kuasa hukum untuk membantu tersangka.

“Kami sudah konsultasi dengan pihak keluarganya, kalau dia menyiapkan (kuasa hukum) silahkan, tapi kalau dia menyerahkan ke kita, maka akan kita bantu dari Pemda,” ucap Bupati.

Terkait sanksi tersangka, Bupati mengatakan, belum bisa menjatuhkan sanksi, karena masih dalam proses. “Untuk sanksinya nanti akan kita lihat dulu, sekarang belum bisa diberi sanksi, kan mau diperiksa dulu,” pungkasnya.

TEKS/FOTO : RAHMAT AIZULLAH | EDITOR : T PAMUNGKAS





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com