Polda Sumsel tangkap tangan oknum pejabat publik di Muratara  

 527 total views,  2 views today

 

MUSI RAWAS UTARA | KSOL – Lagi-lagi, pejabat publik di Sumsel tertangkap dalam kasus dugaan korupsi. Kali ini Polda Sumatera Selatan (Sumsel) berhasil melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang pejabat di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumsel, berinisial An (47), Selasa (14/11/2017) pukul 18:15 WIB.

OTT dilakukan saat pelaku sedang berada di Rumah Makan Pagi Sore Kota Lubuklinggau. Pelaku akhirnya diamankan dan dilakukan penahanan di Mapolda Sumsel. OTT terhadap An ini atas dugaan tindak pidana korupsi proyek pengadaan pipa PDAM.

Turut diamankan barang bukti uang sebanyak Rp50 juta, pecahan 100 ribu, uang Rp14 juta pecahan seribu hingga 50 ribu-an, dua unit HP, CCTV, tas dan 1 unit mobil dinas.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kombes Pol Rudi Setiawan, mengatakan OTT dilakukan karena adanya potensi penyimpangan dalam proyek pengadaan dan pemasangan perluasan pipa distribusi air minum di Kecamatan Rawas Ulu.

Adapun nilai dari proyek pengadaan pipa PDAM tersebut ialah senilai Rp 1,5 miliar. Pelaku Ardiansyah diduga melakukan pemerasan terhadap kontraktor dengan meminta sejumlah uang.

“Pelaku sudah ditahan dan masih diperiksa. Yang dia lakukan menerima hadiah dan memperkaya diri sendiri dengan cara pemerasan,” ungkap Rudi, Rabu (15/11/2017).

Dalam waktu dekat, status pelaku akan ditingkatkan menjadi tersangka seiring telah berlangsungnya gelar perkara awal. Sedangkan keterlibatan tersangka baru akan dikembangkan. “Akan kita rekomendasi ke tingkat penyidikan, artinya kemungkinan besar jadi tersangka,” ujarnya.

Dalam kasus ini, pelaku dikenakan Pasal 11 dan 12 huruf E Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 200 tentang Pemberantasan Tipikor dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun.

Saat ditanya apakah kasus ini ada keterlibatan atasan pelaku? Rudi menjawab, “Apakah pemerasan itu atas perintah atasannya atau uang itu akan dibagi-bagi belum tahu, masih diperiksa,” jawabnya.

TEKS : RAHMAT AIZULLAH   | EDITOR : IMRON SUPRIYADI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster