Toha : Aparat Militer dan Tokoh Agama harus saling menghormati Hak Asasi Manusia Dalam Memeluk Agama

 1,039 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG I KSOL – Ketua MUI Kabupaten Empat Lawang H Muhammad Toha mengecam pembantaian ribuan etnis Rohingya yang mayoritas beragama Islam oleh aparat militer dan tokoh agama Myanmar.

“Sebagai sesama umat muslim, tentu kita timbul rasa marah dan simpatik terhadap saudara kita yang dibantai dan diusir dari negaranya. Sebab itu kami sangat mengutuk kebiadaban aparat militer dan tokoh agama Myanmar itu,” ungkap Toha, Senin (11/9).

H Muhammad Toha (Ketua MUI Empat Lawang)

Seharusnya, kata Toha, aparat militer dan tokoh agama Myanmar menghormati hak asasi manusia dalam memeluk agama. “Tindakan biadab itu harus segera diakhiri karena bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai agama,” tegasnya.

Lalu, dirinya meminta terhadap pemerintah Myanmar untuk menghentikan segala bentuk tindak kekerasan yang dilakukan terhadap penduduk dan umat Islam di Rakhine dan di daerah lainnya di negara tersebut. MUI juga meminta Pemerintah Myanmar melindungi seluruh penduduk yang ada di negaranya.

“Tidak hanya bagi mereka yang beragama Islam, namun juga kepada kelompok lainnya,” ujarnya.

Umat yang beragama non muslim, lanjut Toha, selalu merasa aman jika tinggal disuatu negara yang mayoritas islam. Sebaliknya, umat muslim harus juga dihargai dan merasa aman tinggal ditempat yang beragama selain islam.

“Kenapa non muslim merasa aman tinggal di negara yang mayoritas islam, sebab agama islam itu rahmatanlilalamin. Saya kira semua agama juga tidak mengajarkan kekerasan,” jelasnya.

Dirinya pun menghimbau, kepada umat islam di Indonesia khususnya di Kabupaten Empat Lawang agar membantu umat islam di Rohingya.

“Jika ada rezeki yang lebih kita bisa membantu dengan harta kita melalui lembaga zakat maupun lembaga sosial atau melalui penggalangan dana untuk Rohingya. Lalu kita kirimkan juga doa,” imbuhnya.

Sementara itu, ketua Pemuda Muhammadiyah Empat Lawang Medi ikut mengecam aksi biadap terhadap etnis Rohingya.

“Seluruh Muslim dan pemerintah kita harus tegas dan tanggap dan bersatu, karena ini jelas pelanggaran kemanusiaan yang sangat luar biasa. Kita tentu tidak sebatas melihatnya dari perspektif agama saja, tetapi lebih kepada aspek kemanusiaan. Kami meminta pemerintah Daerah memberikan bantuan dan dukungan kepada pemerintah pusat agar permasalahan etnis Rohingya segera bisa terselesaikan,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat, kata Medi, pemuda Muhammadiyah akan melakukan penggalangan dana untuk etnis Rohingya. “Secapat kita akan melakukan penggalangan dana untuk etnis Rohingya,” pungkasnya

 

TEKS / FOTO : ARI / EDITOR : SAUKANI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster