Imigrasi Muara Enim Tangkap Warga Pakistan : Beristri orang Lahat

60 total views, 3 views today

MUARA ENIM | KSOL – Tim Pora Imigrasi Kelas II Muara Enim, Sumatera Selatan mengamankan 1 orang Warga Negara Asing (WNA) asal Pakistan. Diduga WNA ini tidak memiliki keterangan ke-imigrasian dan administrasi yang sah saat berada di rumah orang tua istrinya di Desa Sadan Kecamatan Jarai Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, tertangkapnya WNA asal Pakistan bernama Hasyim Kamran ini berawal laporan warga. Menurut warga ada WNA yang berdiam di rumah orang tua Siska, istri Hasyim.‎

Hasyim Kamran, WNA asal Pakistan sedang diwawancarai awak media di Muaraenim

Hasyim Kamran, WNA asal Pakistan sedang diwawancarai awak media di Muaraenim

“Mendapat informasi itu, tim kami langsung  bergerak cepat mengumpulkan informasi dan mengamankan WNA tersebut. WNA ini diduga menyalahi izin tinggal dan masuk ke Indonesia. Karena saat dimintai menunjukan identitas, tidak ada satupun yang bisa ditunjukan,” ujar Tenmaizul, Kepala kantor Imigrasi kelas II Muara Enim kepada pers.

Setelah dilakukan koordinasi, akhirnya tim Pora imigrasi langsung mengamankan WNA ke kantor imigrasi kelas II Muara Enim.

Telmaizul Syatri menjelaskan untuk sementara, WNA ini masih diamankan di kantor Imigrasi kelas II Muara Enim sambil menunggu koordinasi dengan kedutaan Pakistan di Jakarta.

Sambil menunggu koordinasi dengan kedutaan Pakistan di Jakarta, WNA tersebut dikarantina di Kantor Imigrasi Kelas II Muara Enim. Pihak Imigrasiu Muaraenim sudah mengirimkan faximili ke ke dutaan Pakistan di Jakarta, untuk mengetahui kepastian kewarganegaraan WNA ini. “Selanjutnya nanti akan diproses sesuai dengan hukum dan aturan yang berlaku,” ujar Telmaizul.

Warga negara pakistan ini masuk ke Indonesia dari Malaysia bersama istrinya yang merupakan warga Lahat melalui jalur laut : Tanjung Balai Asahan, Ujung Sumatera.

“Mereka masuk dengan menumpang kapal nelayan melalui Tanjung Balai Asahan, seterusnya menggunakan bus menuju Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan hingga sampai di kediaman Siska di Desa Sadan Kecamatan Jarai,” ujarnya.

Sementara itu, Hasyim Kamran dengan bahasa Indonesia yang kurang lancar menjelaskan, dirinya sudah tinggal bersama Siska sejak menikah sekitar tiga bulan lalu. Di desa tersebut dia bekerja di kebun kopi.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN | EDITOR : T PAMUNGKAS




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com