LBH Pers Palembang Bangkit, Siap Mengawal Jurnalis

 226 total views,  2 views today

Logo LBH Pers Palembang-okPALEMBANG | KSOL — Kepengurusan baru Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Palembang berinisiatif ingin mengaktifkan kembali Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Palembang, yang sempat mengalami kevakuman.

LBH Pers Palembang sebelumnya telah berdiri dan dideklarasikan pada Hari Kamis, 15 Desember 2011 di Kampus Universitas IBA Palembang. Lembaga ini diprakarsai oleh sejumlah advokat muda dan aktifis pro demokrasi di Palembang yang tergabung dalam Komite Pembentukan Perkumpulan LBH Pers  bersama dengan AJI Palembang. Namun di perjalanan waktu, dinamika LBH Pers Palembang sempat vakum.

Berita terkait : LBH PERS PALEMBANG RESMI DIDEKLARASIKAN

Berdasarkan hal diatas, AJI dan advokat di Palembang melalui rapat koordinasi di Sekretariat AJI Palembang, (31/1/2016), LBH Pers Palembang akan kembali diaktifkan.

“LBH Pers Palembang ini yang dibawahi AJI Palembang pernah ada tetapi vakum, dengan kondisi dokumen tidak ada, sehingga secara legal pun tidak ada,” ujar Ibrahim Arsyad, ketua AJI Kota Palembang, (31/1/2017).

Baco jugo Berita terkait lainnyo : LBH: PHK Wartawan Palembang TV Batal Demi Hukum

Lebih lanjut eks wartawan Harian SINDO Palembang ini menegaskan, Ibrahim Arsyad, posisi LBH Pers menjadi penting bagi jurnalis. Mengigat, dengan perkembangan informasi seperti saat ini, jurnalis sangat rentan dihadapkan pada kasus dan perselisihan dengan pihak lain, baik yang berkaitan pemberitaan maupun dengan perusahaan.

“Jurnalis menghadapi tantangan semakin berat, seiring perkembangan media saat ini. Perlu ada tempat perlindungan dari kondisi yang berpotensi timbulnya kekerasan terhadap jurnalis,” ujarnya dalam diskusi bersama, Selasa malam.

Sementara itu, Advokat Mualimin Pardi Dahlan mengatakan, pihaknya siap untuk digandeng AJI Palembang untuk membantu advokasi kasus-kasus kekerasan yang menimpa jurnalis, perburuhan (jurnalis), serta isu tentang kebebasan pers sendiri. Jadi, adanya peraturan-peraturan yang berpotensi menghalangi kebebasan pers, maka LBH Pers ada.

“Perusahaan media dan rekan-rekan pewarta seharusnya tidak berbenturan, karena keduanya saling membutuhkan. Rekan-rekan jurnalis juga harus pahami kode etik dan aktif melapor peran dewan pers juga kita butuhkan,”ujarnya.

Majelis Etik AJI Palembang, Darwin Syarkowi menambahkan, ditargetkan LBH Pers bisa aktif kembali setelah pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) tahun ini. Tujuannya untuk menghidupkan kembali LBH Pers Palembang,” kata Darwin.

TEKS : REL/AJI PALEMBANG | FOTO : ANTARASUMSEL.COM





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster