Masih Sepi, Jalan Poros HM Noerdin Pandji Rawan Begal

 999 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG  I  KSOL – Masyarakat Empat Lawang mulai resah saat melintas di jalan poros HM Noerdin Pandji, yang menghubungkan kecamatan Tebing Tinggi Pendopo. Pasalnya, beberapa bulan terakhir, akses baru dibangun dan masih sepi tersebut sudah beberapa kali terjadi tindak kriminalitas.

Informasi dihimpun kabarsumatera.com menyebutkan, di sekitaran kilometer (Km) 10 hingga 12 Jalan Poros Tebing Tinggi- Pendopo memang cukup sepi. Kondisi ini sepertinya dimanfaatkan pelaku tindak kejahatan (begal, red), melakukan perampokan baik itu kendaraan roda dan juga roda empat. Beberapa hari terakhir, sopir pick up angkutan material mengaku dirampok setidaknya 6 pelaku, meskipun mobil dan korban selamat tapi uang korban di embat para pelaku kejahatan.

Febri (28), warga Tebing Tinggi mengaku resah, banyaknya kejadian penodongan di sekitaran jalan poros HM Noerdin Pandji. Ia berharap, aparat kepolisian segera melakukan upaya penindakan tegas terhadap para pelaku. “Saya kan sering lewat jalan itu, karena ya waktunya lebih cepat kalau dari Tebing Tinggi mau ke Pendopo. Tapi sekarang ngeri juga kalau mau lewat jalan itu, apalagi dengar-dengar sudah berapa kali ada penodongan,” ungkap Febri, kemarin (23/1/2017).

Ia menyebut, jika melintasi jalan Poros akan menyingkat waktu setidaknya 1 jam jika dibandingkan melalui jalur Kecamatan Talang Padang. Dari Tebing Tinggi ke Pendopo, jelasnya, hanya memakan waktu 30 sampai 45 menit saja. Karena itulah, ia berharap ada patroli rutin dari pihak kepolisian, jika perlu ditempatkan Pos penjagaan di beberapa titik rawan di jalan poros tersebut. “Kalau ada patroli kita tenang,” ujarnya.

AKBP Bayu Dewantoro, S.IK (Kapolres Empat Lawang)

AKBP Bayu Dewantoro, S.IK (Kapolres Empat Lawang)

Kapolres Empat Lawang, AKBP Bayu Dewantoro ketika dikonfimasi tak menampik, adanya beberapa tindak kriminalitas terjadi di sekitaran Jalan Poros HM Noerdin Pandji. Ia pun mengakui,  sudah menerima laporan tentang perampasan ataupun penodongan yang terjadi di jalan poros HM Noerdin Pandji, serta  beberapa tempat rawan lainnya. Semua itu, kata Bayu,  sudah di tindaklanjuti, saat ini pun pihaknya sedang melakukan penyelidikan serta patroli di daerah tersebut secara rutin. “Ya, jalan itu sepi. Jadi bisa menimbulkan potensi rawan kriminalitas,” jelasnya.

Untuk patroli, kata Bayu, ada 4 tim bergantian di setiap daerah potensi rawan kriminalitas, bukan hanya di lokasi jalan poros. Ia berharap, masyarakat berperan aktif dalam melaporkan tindak kriminalitas di daerahnya, agar pihak kepolisian bisa dengan cepat menindak lanjuti. “Kami akan upayakan, masyarakat Empat Lawang akan aman. Tentunya tetap membutuhkan peran aktif dari masyarakat itu sendiri,” tukasnya.

TEKS / FOTO : ARI  / EDITOR : SAUKANI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster