Musrenbang, Jembatani Aspirasi Warga Desa ke Pemerintah

6 total views, 3 views today

TANJUNG ENIM | KSOL Melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) warga desa bisa menentukan masa depan pembangunan di wilayahnya masing-masing.

Hal itu terungkap pada Musrenbang Desa Lingga dan Kelurahan Tanjung Enim Selatan ,Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (12/1/17). Acara ini digelar Musrenbang serentak di balai kantor masing-masing.

Pentingnya acara ini, untuk memaksimalkan partisipasi dan ikut memastikan pembangunan yang dilakukan pemerintah agar sesuai dengan kebutuhan.

Pada Musrenbang terlihat warga saling berdiskusi memecahkan masalah konflik dan problem masyarakat.

Musrenbang --Suasana kegiatan Musrenbang tingkat Kelurahan Tanjung Enim Selatan (TES),Kecamatan Lawang Kidul di GSG Kelurahan TES,(12/1/16)

Musrenbang –Suasana kegiatan Musrenbang tingkat Kelurahan Tanjung Enim Selatan (TES),Kecamatan Lawang Kidul di GSG Kelurahan TES,(12/1/16)

Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Ispahami, SKM, MM Lawang Kidul menyampaikan, agar Musrenbang Kelurahan 2017, mengutamakan usulan skala prioritas, terutama dalam bidang pemberdayaan masyarakat, perekonomian, ataupun pembangunan gedung (fisik) yang berhubungan dengan pelayanan masyarakat.

“Jadi kami harapkan kepada peserta Musrenbang untuk dapat memilah yang mana skala prioritas yang sangat urgen diperlukan untuk pelayanan publik saat ini.‎ Untuk itu semua pihak harus terlibat dan terwakilkan dalam memberikan setiap usulan musrenbang tingkat Kelurahan ini dan jangan tidak datang,” ujarnya.

Nantinya kata Fahmi, dari usulan Musrenbang tingkat kelurahan ini akan dibawa ke Musrenbang tingkat Kecamatan untuk di saring lagi, lalu ke tingkat Kabupaten/kota dan Provinsi.

“Untuk Musrenbang tingkat Kabupaten diperkirakan pelaksanaannya bulan Februari atau bulan depan. Sedangkan untuk tingkat Kecamatan diperkirakan mungkin awal bulan Februari, karena setelah ini bila semua Desa/Kelurahan di Kecamatan Lawang Kidul sudah selesai semua dalam pelaksanaan Musrenbangnya, maka akan segera dilakukan Musrenbang tingkat Kecamatan,” terangnya.

Adapun desa kelurahan di Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, menurut Fahmi, berjumlah 4 Desa dan 3 Kelurahan, terdiri dari, Desa Lingga,Tegalrejo, Keban Agung dan Darmo.

Sementara untuk kelurahan, yakni Kelurahan Tanjung Enim, Pasar dan Tanjung Enim Selatan.
Lebih lanjut kata Fahmi, pada umumnya untuk di Kecamatan Lawang Kidul, Desa/Kelurahan sebagian sudah melaksanakan Musrenbang. Pada prinsipnya untuk tingkat Desa ada dua tahapan. Pertama tingkat dusun lalu ke tingkat Desa.

“Sebetulnya apa yang dilakukan di tingkat Desa lebih bagus lagi prosesnya karena menyerap ataupun menampung aspirasi masyarakat dari tingkat paling bawa dulu. Sedangkan dari tingkat kelurahan dimulai dari RT dan RW,” tukasnya.

Ketika tanya desa atau kelurahan mana saja yang belum melaksanakan Musrenbang di Kecamatan Lawang Kidul? Yang belum jawabnya, menyisahkan Kelurahan Tanjung Enim dan Desa Tegal Rejo yang akan direncanakan Selasa  (17/1/17).

Fahmi pun mewakili Pemerintahan Kecamatan Lawang Kidul mengatakan, Musrenbang akan  membawa aspirasi yang diinginkan masyarakat setempat untuk kepentingan bersama, baik fisik non fifik.

Misalnya tentang pelayanan, karang taruna dan PKK, atau yang berhubungan dengan perekonomian kemasyarakatan. Semua usulan ini dibahas adalma Musrenbang supaya dapat terealisasi di tahun 2018.

Sementara itu, Lurah Tanjung Enim Selatan (TES), Abdul Halim berharap melalui usulan peserta Musrenbang tingkat Kelurahan akan terealisasi oleh Pemkab Muara Enim ataupun CSR dari perusahaan-perusahaan yang ada di Tanjung Enim.

“Insya Allah semua usulan bisa direalisasikan bila pemilihannya skala prioritas. Tahun 2017 ini di usulkan untuk di realisasikan tahun 2018. Karena untuk usulan Musrenbang 2016 kemarin di realisasi pada tahun 2017 ini,” ucapnya.

Adapun usulan dari peserta Musrenbang tingkat Kelurahan Tanjung Enim Selatan tahun ini jelasnya, rata-rata persoalan bangunan fisik, diantaranya seperti siring atau drainase, jalan lingkar dan jalan setapak, penerangan lampu jalan serta rencana pemekaran kelurahan baru.

“Jadi usulan mereka ini diantaranya adalah siring yang sudah tidak berfungsi dan jalan yang sudah berlobang. Adajuga keinginan pengusulan pemekaran wilayah BTN Air Paku menjadi Kelurahan baru pisah dari Kelurahan Tanjung Enim Selatan, dengan alasan jarak.

Ia berharap kedepan untuk usulan-usulan dalam musrenbang ini bisa direalisasikan oleh pemerintah Kabupaten Muara Enim.

Musrenbang di kelurahan Tanjung Enim Selatan dipimpin Ketua Lembaga Pemasyarakatan Kelurahan Roh Dulani dan dihadiri Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Kecamatan Lawang Kidul, Ispahami, SKM, MM, Lurah Tanjung Enim Selatan Abdul Halim, Babinkantibmas, Babinsa Kelurahan Tanjung Enim Selatan, Kader Posyandu, PKK, ketua RT (54 orang), ketua RW (13 orang), Pengurus Masjid dan TPA, tokoh masyarakat,tokoh agama, tokoh pemuda, karang taruna dan unsur masyarakat lainnya.‎

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN | EDITOR : T PAMUNGKAS





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com