Gus Dur dan Tradisi Banser Amankan Gereja Saat Natal

9 total views, 3 views today

JAKARTA  I  KSOL — Sosok Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur dikenal sebagai tokoh Islam yang toleran. Dirinya jugalah yang membikin tradisi baru untuk Barisan Serbaguna Gerakan Pemuda Ansor (Banser GP Ansor) yang selalu mengamankan gereja saat Hari Raya Natal.

Awal mula pengamanan gereja oleh organisasi sayap Nahdlatul Ulama (NU) itu diceritakan oleh mantan Ketua Umum GP Ansor, Nusron Wahid, kepada detikcom, Jumat (23/12/2016).

“Gus Dur dulu yang perintahkan Banser jaga gereja waktu Natal,” kata Nusron.

Saat itu Ketua Pengurus Wilayah Ansor Jawa Timur adalah Choirul Anam. Dalam suatu pertemuan di tahun 1996-1997, salah seorang anggota Ansor Jawa Timur bertanya ke Gus Dur perihal bagaimana hukumnya seorang Muslim menjaga gereja. Gus Dur dengan cerdas menjawab ke rombongan Ansor itu.

“Kamu niatkan jaga Indonesia bila kamu enggak mau jaga gereja. Sebab gereja itu ada di Indonesia, Tanah Air kita. Tidak boleh ada yang mengganggu tempat ibadah agama apapun di bumi Indonesia, kata Gus Dur,” kata Nusron menirukan perintah Gus Dur saat itu.

Perintah itu datang dari Gus Dur, tak terlalu lama setelah ada kerusuhan dan pembakaran gereja di Situbondo, Jawa Timur. Sebagaimana diketahui, kerusuhan itu terjadi pada 10 Oktober 1996. Saat itu Nusron belum menjadi pimpinan teras Ansor, melainkan sebagai aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Universitas Indonesia (UI). Kebetulan Nusron sering berkunjung dan ‘ngaji pergerakan’ ke tempat Gus Dur.

Maka sejak momen perintah Gus Dur itulah sebuah tradisi baru GP Ansor muncul, yakni mengamankan gereja saat Natal. “Sejak diperintah itu, Cak Anam (Ketua Ansor Jatim saat itu) langsung memerintahkan seluruh Banser Jatim untuk menjaga gereja lengkap dengan dalil-dalil dan ayatnya,” kata Nusron.

Saat Nusron menjadi Ketua Umum GP Ansor, Gus Dur telah wafat. Namun perintah Gus Dur tetap dipegang teguh, termasuk sebagai senjata untuk menghadapi pihak-pihak yang tak setuju dengan langkah pengamanan gereja oleh Umat Muslim ini.

“Yang kita jaga itu Indonesia. Jangan lihat gerejanya. Kalau ada kiyai dan habaib yang masih ngeyel, saya jawab bahwa saya dipesenin Almarhum Gus Dur dan diperintah Habib Luthfi,” tandas Nusron.

Haul ke-7 Almarhum Gus Dur jatuh pada malam ini. Acara peringatan akan digelar di Kompleks Al-Munawwaroh Jalan Warung Silah 10 Ciganjur, Jakarta Selatan. Haul ke-7 Gus Dur kali ini mengambil tema Ngaji Gus Dur: Menebar Damai Menuai Rahmat.

TEKS / FOTO : DETIK.COM





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com