Pengusaha Depot Air Minum Lega, PTBA Siap Pasang Saluran Pipa Air Bersih

 498 total views,  2 views today

 MUARA ENIM | KSOL – Setelah sebelumnya sempat terkendala tidak bisa memasuki areal tambang untuk mengambil air bersih di sumber mata air Bukit Munggu (masuk KP areal PTBA) akhirnya beberapa pengusaha depot air minum isi ulang di Tanjung Enim bisa bernapas lega.

Pasalnya, PT Bukit Asam (persero) Tbk akan memasang pipa saluran air bersih Bukit Munggu agar dimanfaatkan sebagai bahan baku para pengusaha depot air minum isi ulang.

Hal itu terungkap dalam pertemuan yang digelar General Manager (GM) Unit Pertambangan Tanjung Enim (UPTE) PT Bukit Asam, Suhedi didampingi SM PAU, Budi Lesmono Edi dengan beberapa perwakilan pengusaha Air Minum Isi Ulang di Kantor Besar Lama (KBL) Lantai II PTBA Tanjung Enim, (5/11/2016) siang.

“Pada dasarnya kita menginginkan hubungan baik antara perusahaan dengan masyarakat sekitar. Kita berpikir bagaimana  agar teman-teman masih bisa memanfaatkan sumber air bersih. Kita akan fasilitasi keinginannya,” ujar Suhedi.

Tampak ‎GM UPTE PT Bukit Asam, Suhedi di dampingi SM PAU, Budi Lesmono Edi dengan beberapa perwakilan pengusaha Air Minum Isi Ulang di Kantor Besar Lama (KBL) Lantai II PTBA Tanjung Enim,(5/11/2016) siang.

Tampak ‎GM UPTE PT Bukit Asam, Suhedi di dampingi SM PAU, Budi Lesmono Edi dengan beberapa perwakilan pengusaha Air Minum Isi Ulang di Kantor Besar Lama (KBL) Lantai II PTBA Tanjung Enim,(5/11/2016) siang.

Suhedi menjelaskan, bila selama ini ada ketegangan, hanya disebabkan miss komunikasi. PTBA juga membantah adanya pelarangan mengambil air bersih. “Tidak ada pelarangan mengambil air bersih di kawasan Bukit Munggu,” ujarnya.

PTBA hanya khawatir bila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat areal tersebut memasuki kawasan tambang tempat beroperasinya alat berat melintas hingga takut terjadi insiden kecelakaan.

“Jadi Ini kan hanya mis komunikasi saja sebetulnya. Jadi mohon maaf saya, ini kan karena teman-teman saya dibawah sangking patuh terhadap aturan apa yang sudah diberikan, tapi kan harusnya tetap memberikan suatu penyelesaian,” ucap Suhedi yang sebelumnya menjabat sebagai SM Pertanahan PTBA.

Suhedi menjelaskan, pihaknya akan membuatkan pipa khusus untuk menyalurkan air bersih dari Bukit Munggu untuk tetap dapat bisa dimanfaatkan masyarakat terutama bagi pengusaha air minum isi ulang.‎

Namun, sebelum melakukan pembangunan saluran pipa PTBA akan melakukan survei ke lapangan untuk menentukan dimana titik pembangunan saluran pipa air bersih agar tidak mengganggu dan aman dimasuki.

Menanggapi hal itu, Dori (31) salah satu pengusaha depot air minum yang sehari-hari selalu memanfaatkan air bersih Bukit Munggu menyambut suka cita niat baik PTBA.

“Kami sangat berterima kasih, karena PTBA telah memberikan solusi dari masalah yang kami hadapi akhir-akhir ini. Jujur, sekarang kami bisa sedikit bernafas lega dengan kebijaksanaan yang di berikan oleh PTBA,” ujarnya.

Senada dengan itu, Herry Sandy (30) pengusaha depot air minum lainnya mengatakan, solusi PTBA itu merupakan hal yang tepat.

“Pembuatan pipa saluran ini merupakan solusi yang tepat dan bijak untuk kami. Dengan begini PTBA telah memikirkan nasib kami yang sehari-hari mencari nafkah dengan bergantung pada air bersih dari Bukit Munggu,” ungkapnya.

Seperti di beritakan sebelumnya, ratusan pengusaha depot air minum isi ulang di Kecamatan Lawang Kidul dan Muara Enim terancam gulung tikar akibat kesulitan air bersih untuk minum.

Pasalnya pangkalan tempat para pengusaha depot air minum mengambil bahan baku air di Bukit Munggu Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim akan digusur PTBA. Menurut PTBA tempat itu akan digunakan sebagai lokasi penambangan batubara.

Kawasan tersebut merupakan pemukiman lama warga Bedeng Kresek yang sebelumnya sudah direlokasi ke tempat baru di Keban Agung Kecamatan Lawang Kidul, Kabu‎paten Muara Enim.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster