KOMISARIAT PPNI RSUD DR HM RABAIN MUARA ENIM RESMI DILANTIK

80 total views, 3 views today

 

MUARA ENIM | KSOL – Bertempat di Gedung Serba Guna dr HM Rabain Muara Enim, Selasa (06/12/16) digelar  pelantikan pengurus Komisariat Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr HM Rabain Muara Enim masa bhakti 2016-2021 yang dilantik oleh Dewan Pengurus Daerah PPNI Cabang Muara Enim Hj Inayah Y Spd, M.Si.

Sedangkan Formatur kepengurusan Komisariat Rumah Sakit dr HM Rabain Muara Enim yakni  Ketua Febrianti  Am Kep, Sekretaris Eko Mahansen Am Kep, dan Bendahara Emiriana Am Kep.

Hadir  pada acara itu Asisten III Pemkab Muara Enim Drs Ibrahim Ilyas MM, Direktur dr HM Rabain Muara Enim dr H Suwandi Safitra SPA, ‎Camat Kota Muara Enim Drs Asarli Manudin MSI, Danramil Muara Enim, dan Kodim 0404.

Direktur Rumah Sakit dr HM Rabain Muara Enim dr H Suwandi Safitra SPA dalam sambutannya mengatakan,‎ pelantikan pengurus Komisariat PPNI Agar pelayanan RSUD HM Rabain Muara Enim kedepannya dapat meningkat, sehingga berbagai keluhan pada pelayanan RSUD HM Rabain Muara Enim dapat terlayani dengan baik.

“Kami sadar keluhan tidak mungkin hilang, namun sedikit demi sedikit akan dapat kita berkurang. Untuk itulah‎ Kepada seluruh pengurus Komisariat PPNI RSUD dr HM Rabain Muara Enim agar dapat teragretasi sehingga dapat memberikan pelayanan yang baik dan aman,” harapnya.

Menanggapi hal itu, Asisten III Pemkab Muara Enin Drs Ibrahim Ilyas MM  menyampaikan, organisasi PPNI dapat maju atau mundur ditentukan oleh pengurus dan anggotanya sendiri.

Ditemui usai kegiatan pelantikan Hj Inayah Y SPD MSi menegaskan bahwa dengan akan diberlakukannya Undang undang No 38 tahun 2014, di Kabupaten Muara Enim ketenaga keperawatan saat ini berjumlah 796 orang perawat. Sementara yang sudah memiliki Surat tanda registrasi (STR) sebanyak 600 orang.

STR itu jelasnya harus di perpanjang karena masa berlaku STR selama 5 tahun yang dimulai dari tahun 2012. Pada Tahun 2017 ini akan dilakukan uji kompetensi oleh DPD PPNI cabang Muara Enim kemudian STR akan dikeluarkan oleh Majelis kehormatan tertinggi  Sumsel.

STR ini bukan hanya harus dimiliki oleh dokter yang atau perawat yang masih diaktif berdinas diinstansi pemerintah, namun berlaku bagi yang sudah pensiun dengan catatan masih membuka praktek atau memberikan pelayanan.

Usai Acara pelantikan kala itu dilanjutkan dengan kegiatan workshop Manajemen Kegawatdarutan Jantung yang diikuti seluruh tenaga keperawatan baik yang ada di Kabupaten Muara Enim, juga tenaga keperawatan dari Kota Prabumulih dan Kabupaten PALI.

 TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN





Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com