Dinilai Belanja Pegawai Terlalu Besar, DPRD Empat Lawang Tunda RKUA PPAS

 342 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG | KSOL — Pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Pelaksanaan Anggaran Sementara (RKUA-PPAS) di Empat Lawang sedikit mengalami perbaikan jadwal. Sebab, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Empat Lawang menduga hampir setiap SKPD dalam menganggarkan tidak sesuai peruntukan. Dan juga, dewan menilai belanja pegawai terlalu besar.

“Kalau ada isu deadlock, tentu tidak. Tapi kita lagi rapikan jadwalnya saja. Ada pengangguran yang tidak sesuai. Dan juga menyesuaikan dengan marger SKPD yang ada juga,” ungkap Ketua DPRD Empat Lawang, H David Harianto, kemarin (1/12/2016).

Menurutnya, dalam menyusun anggaran 2017 yang sudah ada di depan mata jangan sampai ada kesalahan. Jangan sampai memboroskan tenaga dan waktu, untuk membongkar kembali apa yang telah kita susun bersama. “Kerja kami juga jadi sorotan masyarakat kalau sampai ada kesalahan, mangkanya kepalangan kita sama-sama bekerja sampai malam, hasilnya juga harus benar-benar bagus juga,” kata dia.

Selain itu, Ketua Partai Golkar Empat Lawang ini juga menginginkan, di 2017 ini kalau bisa belanja fisik lebih besar ketimbang belanja pegawai. “Menyejahterahkan pegawai ya saya setuju, tapi jangan dibagi-bagi lagi poinnya sampai ada beban kerja juga. Sejahterakan masyarakat umum juga perlu kita pikirkan, kami selaku wakil rakyat, tentu menyuarakan apa yang rakyat butuhkan” tukasnya.

TEKS : SAUKANI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster