RSUD dr HM Rabain Muaraenim Menuju Type B. Bupati : Ke depan Bukan Lip Service

 963 total views,  2 views today

MUARAENIM | KSOL – Dalam rangka persiapan untuk menuju Rumah Sakit (RS) type B, Tim Surverior Akreditasi Versi 2012 dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS), melakukan survei simulasi akreditasi di RSUD dr HM Rabain Muara Enim, sejak Jumat (25/11/16).

Menurut Ketua tim Survei Simulasi, Dr Widayanto yang didampingi Dr Endang Sri Hartiningsih,SPkk dan Sri Purwaningsih,S.Kep,Ners.M.Ners, sesuai UU No 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit bahwa seluruh rumah sakit harus terakreditasi, supaya rumah sakit berkerja dengan standar yang sudah ditentukan perundang-undangan.

Tim Surverior Akreditasi Versi 2012 dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS), saat melakukan survei simulasi akreditasi di RSUD dr HM Rabain Muara Enim, Jumat (25/11/16)

Tim Surverior Akreditasi Versi 2012 dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS), saat melakukan survei simulasi akreditasi di RSUD dr HM Rabain Muara Enim, Jumat (25/11/16)

Kedatangan timnya ke RSUD dr HM Rabain Muara Enim, sebagai tim survei simulasi akreditasi, untuk melihat secara langsung kesiapan RSUD dr HM Rabain Muara Enim untuk naik kelas dari type C menjadi type B.

“Kita lihat apa saja kekurangan yang harus dipenuhi sesuai dengan RS type B. Nanti jika sudah siap baru akan dilakukan penilaian, jika ada yang tidak terpenuhi maka bisa saja gagal naik kelas,” ujar dr Widayanto.

Widayanto mengatakan, sesuai Permenkes Nomor 56 tahun 2013, ada empat type Rumah Sakit yaknit type A, B, C, dan D.

Sedangkan untuk akreditasi ada lima tingkatan, yakni bintang satu, bintang dua, bintang tiga, bintang empat dan bintang lima (Paripurna). Di setiap tingkatan tentu ada syarat dan standarnya, jika sebuah rumah sakit kinerja tidak sesuai kelasnya masing-masing maka bisa saja turun kelas (bintang).

Ketika ditanya untuk akreditasi RSUD dr HM Rabain Muara Enim? Widayanto, mengatakan sudah sesuai standar sebagai RS Type C, malah sudah diatas rata-rata. Sedangkan untuk menjadi RS Type B, tentu standarnya akan meningkat mulai dari luas bangunan, jumlah tenaga medis, peralatannya, pelayanan, tempat tidur, kecakapan tenaga medisnya menggunakan alat racun api, dan sebagainya.
“Nanti pada tahun 2017 ada standar baru akreditasi, setiap lima tahun akan ada upgrade sesuai dengan perkembangan zaman,” kata Widayanto.

Sementara itu, Bupati Muara Enim, Ir H Muzakir Sai Sohar didampingi Direktur RSUD dr HM Rabain Muara Enim, dr H Suwandi mengatakan, Pemkab Muara Enim sangat konsen mendukung kemajuan bidang kesehatan.

Hal ini dibuktikan dengan terus dilakukan penambahan dan perluasan gedung rumah sakit, peralatan kesehatan, upgrade SDM rumah sakit terutama dokter spesialis, peningkatan pelayanan dan lain-lain.

Pemkab Muaraenim, selain membangun gedung baru RSUD dr HM Rabain Muara Enim, juga membangun tiga RS Pratama, masing-msing di Kecamatan Lubai, Gelumbang dan Semende. Tujuannya untuk member pelayanan kesehatan yang cepat dan bisa dijangkau oleh masyarakat hingga di pelosok desa.

Bupati mengatakan, ke depan, Pemkab Muaraenim sudah berencana untuk memindahkan Mapolres Muara Enim dan rumah dinas Dandim untuk perluasan RSUD dr HM Rabain Muara Enim.

“Kita ingin ke depan rumah sakit ini benar-benar menjadi rumah sakit rujukan secara nyata bukan hanya lip service saja,” tukas Muzakir.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN | EDITOR :  SUMARMAN





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster