Pasca Banjir, 3000 Hektar Sawah di Paiker Kekeringan

 684 total views,  2 views today

EMPAT LAWANG | KSOL — Bencana banjir melanda Desa Talang Padang, Kecamatan Pasemah Air Keruh (Paiker), Kabupaten Empat Lawang beberapa hari lalu, kini menyisakan keluhan petani di desa setempat. Pasalnya, usai dihantam banjir, pintu air tertutup tumpukan pepohonan, lumpur dan sampah sisa banjir.

Tersumbatnya saluran pintu air membuat areal persawahan sekitar 3000 hentar kekeringan. Selain itu, saluran menjadi dangkal, lantaran material, berupa tanah mengendap di dasar sungai.

Untuk mengalirkan air ke areal persawahan mereka itu, para petani secara bergotongroyong terpaksa melakukan pembersihan pintu air, serta mengeruk material endapan secara manual, dalam artian menggunakan peralatan seadanya, Kamis (24/11/2016).

Warga Desa Talang Padang, Erzan mengatakan, selain membutuhkan jembatan gantung sebagai sarana penyemberangan ke areal persawahan, normalisasi sungai merupakan kebutuhan mendesak bagi para petani. Buktinya, pasca banjir bandang beberapa hari lalu, pengaliran air ke areal persawahan tersumbat. Selain akibat tertutupnya pintu air oleh sampah bekas pepohonan, endapan material membuat saluran menjadi dangkal.

“Kami terpaksa bergotongroyong melakukan pembersihan, agar air bisa mengalir ke persawahan. Hal ini perlu mendapat perhatian pemerintah, agar permasalahan seperti ini tidak terulang kembali,” katanya.

Dampak dari banjir bandang luapan Sungai Air Keruh beberapa hari lalu, jelasnya, ada areal persawahan sekitar 3000 hektare yang ada gagal tanam. Karena, padi yang baru ditanamam terbawa arus dan terendam lumpur. Masyarakat petani banyak berharap agar musibah ini bisa diminimalisir oleh pemerintah dengan melakukan normalisasi sungai.

“Daerah kami memang menjadi langganan banjir bila musim hujan, dari tahun ke tahun banjir selalu terjadi yang mengakibatkan kerugian besar petani. Hendaknya, hal ini diperhatikan oleh pemerintah, karena Kecamatan Paiker umumnya merupakan sentra pertanian yang menjadi daerah penyuplai beras terbesar di Kabupaten Empat Lawang,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU BM, H. A Fauzi didampingi Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan, Khairul Saleh mengatakan, usulan untuk pembangunan jembatan gantung di Desa Talang Padang belum masuk ke dinasnya. Pihaknya juga tidak bisa menjamin usulan tersebut bisa dikabulkan. Pasalnya, keterbatasan anggaran, terutama pada Tahun Anggaran 2017 ini.

“Ya, kalau ada usulan masukanlah dulu, kita tidak bisa jamin bisa direalisasikan. Pasalnya, anggaran memungkinkan. Ya, pada tahun 2017 ini, anggaran kami hanya Rp 15 Milyar,” tukasnya.

TEKS/FOTO : SAUKANI





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster