Jembatan Putus, Warga Desa Pulau Panggung tak Bisa ke Kebun dan ke Sawah

 224 total views,  3 views today

MUARA ENIM | KSOL – Putusnya jembatan gantung di Desa Pulau Pangung Enim, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim membuat aktifitas keseharian warga terganggu. Akibatnya, warga desa yang hampir 90 persen bermata pencarian berkebun dan bertani ini memfungsikan sebuah perahu untuk menjadi alat transportasi menuju ke kebun dan sawah mereka.

Dalam sehari, perahu mampu melakukan penyeberangan 160 kali mengantar warga, baik saat pergi dan pulang dari kebun dan sawah.

 Tampak seorang warga Desa Pulau Pangung Enim, Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim sedang menunjukkan jembatan yang putus


Tampak seorang warga Desa Pulau Pangung Enim, Kecamatan Tanjung Agung, Muara Enim sedang menunjukkan jembatan yang putus

Penyeberangan berulang kali ini harus dilakukan, karena sekali angkut, perahu hanya mampu membawa 7 orang. “Itu pun jika air tidak pasang. Jika air pasang perahu ini hanya bisa mengangkut 4 orang,” ujar  Cik Ni Din (68), Salah satu warga Desa Pulau Pangung, Selasa (22/11/2016).

Diantara warga ada yang mengambil risiko tinggi. Mereka nekad menyeberang jembatan dengan cara bergelantungan di jembatan dengan memanfaatkan tali yang masih terikat dengan tiang jembatan.

Dari pantauan Kabarsumatera.com di lapangan, Selasa (22/11/16), kondisi jembatan gantung di Desa Pulau Pangung Enim sudah rusak berat. Lantai jembatan putus, seling jembatan kendor dan ada beberapa kaitan yang menguatkan jembatan juga tak berfungsi.

Menurut Cik Ni Din, jembatan ini merupakan salah satu akses jembatan utama bagi warga untuk menyebrang menuju perkebunan dan sawah. Menurutnya, kalau kondisi jembatan tak segera diperbaiki, warga akan kesulitan menuju perkebunan.

“Akses jembatan putus ini, jelas membuat warga kesusahan menuju kebun dan sawah. Untung ada perahu desa yang disiapkan Kades untuk warga menyebrang menuju perkebunan,” katanya.

Pada kondisi seperti itu, Syafri, Kepala Desa Pulau Panggung mengatakan pihak Pemerintahan Desa menyiapkan perahu dengan cara membeli. “Ini kita untuk kebutuhan warga agar mereka bisa menyeberangi Sungai Enim. Ini hanya sementara selama menunggu jembatan diperbaiki,” jelas Syafri.

Menyikapi hal ini, Ari Jhonatan ST, Kasi Pemeliharaan Jembatan, Dinas Pekerja Umum (PU) Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Muara Enim mengungkapkan, jembatan gantung ini tahun depan akan diperbaiki.

“Sebelumnya, memang sudah direncanakan rehab jembatan. Mudah-mudahan tahun depan, jembatan akan diperbaiki. Kalau sudah bagus, aktifitas warga ke kebun dank ke sawah tidak kesulitan seperti sakarang,” tambahnya.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN |  EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com