Sungai Enim Masih Meluap, Puluhan Hektar Sawah Rusak, Petani Terancam Gagal Panen

6 total views, 3 views today

Maman Suherman SP, Kepala BP3K Kecamatan Lawang saat di temui di kantornya

Maman Suherman SP, Kepala BP3K Kecamatan Lawang saat di temui di kantornya

TANJUNG AGUNG | KSOL –  Luapan Sungai Enim di Kabupaten Muaraenim yang belum reda mengakibatkan ratusan hektar sawah milik warga di Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim. Akibatnya lahan itu rusak parah.

“Data sementara ‎ di Kecamatan Lawang Kidul dan Tanjung Agung, diketahui sebanyak 93 hektar sawah rusak,” ujar  Maman Suherman SP, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Lawang saat, Senin (21/11/16).

“Untuk data sementara ada sekitar 93 hektar sawah yang rusak. Namun, diperkirakan sawah yang rusak sampai ratusan sawah yang rusak,” ungkapnya.

Sawah yang rusak akibat banjir diantaranya terlihat di Desa Tanjung Baru seluas 3 hektar, Desa Lebak Budi 8 Hektar, Desa Pandan Enim 45 hektar, Desa Padu Raksa 20 Hektar, Embawang 12 hektar dan Desa Lesung Batu seluas 5 hektar. “Sampai hari ini(kemarin) belum ada tim Kabupaten Muara Enim yang turun ke lapangan untuk mengecek sawah yang rusak,” ujarnya.

Tampak kondisi ratusan hektar persawahan milik warga dan koptan di kecamatan Tanjung Agung yang rusak akibat banjir luapan sungai Enim beberapa waktu lalu

Tampak kondisi ratusan hektar persawahan milik warga dan koptan di kecamatan Tanjung Agung yang rusak akibat banjir luapan sungai Enim beberapa waktu lalu

Selain sawah, luapan air Sungai Enim juga mengakibatkan rusaknya bronjong yang cukup parah. Akibatnya para petani tidak bisa menggarap sawah. Hal ini terjadi di Desa Pandan Enim dan desa lainnya.

Di Ataran Ulak Rengas, Beronjong rusak sekitar 100 meter yang selama ini menopang 106 hektar sawah. Selain itu di Ataran Pulau Tengah beronjongnya rusak sekitar 50 meter yang menopang sekitar 29 hektar persawahan. “Data ini sudah kita laporkan ke Dinas TPH Kabupaten Muara Enim,” tambahnya.

Bahkan, kerusakan irigasi sawah juga ikut menyusul. Salah satunya kerusakan yang terjadi di persawahan Koptan Beringin di Desa Embawang,. Kerusakan saluran irigasinya sampai sekitar 300 meter. Akibatnya petani tidak bisa menanam padi.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN  I  EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com