Di Tengah Potensi Konflik Agama, Doa Bersama Paling tepat, Warga Sumsel Gelar Istighasah

 136 total views,  3 views today

PALEMBANG I KSOL — Jajaran Kodam II/Sriwijaya bersama ulama, tokoh agama, Polda Sumsel dan pejabat Pemprov Sumsel mengelar istigasah dan doa bersama di halaman Makodam II/Sriwijaya, Kamis sore (17/11/2016).

Pangdam II/Sriwijaya Mayjen  TNI Sudirman SH mengatakan, istighasah dan doa bersama ini merupakan kegiatan paling tepat untuk meminta pertolongan Tuhan di tengah situasi yang berpotensi memunculkan konflik agama.

“Perbedaan jangan jadi konflik. Tanamkan lagi jiwa Bhinneka Tunggal Ika khususnya di Sumsel,” paparnya.

Lanjut Pangdam, meski di Sumsel tidak terjadi konflik antarumat beragama, setidaknya doa bersama ini dilakukan sebagai langkah antisipatif.

“Tidak ada instruksi khsusus Panglima gelar acara. Semua yang hadir untuk bermunajat kepada Sang Pencipta,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo menjelaskan, Sumsel terbilang aman dari konflik antarumat beragama. Kendati demikian, pihaknya tetap menjaga dan memantau tempat ibadah, terutama gereja menjelang Hari Raya Natal mendatang.

“Kalau Natal pasti ada pengamanan khusus yang ditugaskan langsung,” paparnya.

Salah satu ulama Sumsel, Habib Lutfi bin Yahya menambahkan, Indonesia memang didominasi umat Islam. Namun kerukunan antarumat beragama harus tetap dijaga.

“Memang tidak ada Indonesia tanpa umat muslim, namun kita mengenal perbedaan dengan kesatuan,” tutupnya.

TEKS/FOTO : KOMPAS.COM





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development by oktopweb.com