Jadi Tersangka Penistaaan Agama, Ahok Tak Ditahan. Ini Alasannya

 269 total views,  2 views today

JAKARTA I KSOL — Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok resmi menjadi tersangka dengan tuduhan penistaan Agama. Namun demikian, Ahok meminta pendukungnya untuk datang ke Tempat Pemungutan Suara dan memenangkan pemilihan kepada daerah dalam satu putaran.

Permintaan itu diutarakan menanggapi dirinya telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama. Ahok tak mau semangat pendukungnya surut mendukung dia di Pilkada DKI 2017.

BACO BERITA TERKAIT LAINN YO : AHOK : SAYA TERIMA DAN IKUTI PROSES HUKUM

Ingat, 15 Februari pemilihan, kami tetap ikut jadi tolong pendukung kami tetap datang ke TPS untuk memenangkan kami satu putaran,” kata Ahok saat konferensi pers di Rumah Lembang, Rabu (16/11/206).

Menurut Ahok, situasi yang terjadi saat ini menunjukkan kedewasaan bangsa dalam melihat satu persoalan. Ahok menilai dengan kondisi saat ini demokrasi dapat terwujud di Indonesia.

Ahok juga meminta kepada para pendukungnya agar dengan ikhlas menerima keputusan kepolisian. Dia meyakini tidak terdapat intervensi dalam keputusan yang telah diambil oleh Bareskrim tersebut.

Kapolri Tito Karnavian

Kapolri Tito Karnavian

“Kami mengimbau kepada seluruh pendukung untuk menerima status tersangka saya dengan ikhlas karena kami yakin polisi pasti profesional menetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Hingga konferensi pers selesai dilakukan, pendukung Ahok masih ramai di Balai Rakyat. Sesi foto bersama tetap dilakukan.

Ahok menegaskan dirinya tidak terpengaruh dengan status tersangka yang ditetapkan pada dirinya. Alih-alih terganggu, Ahok dan tim suksesnya semakin termotivasi dan menargetkan kemenangan satu putaran di Pilkada Jakarta.

Ahok Tak Ditahan

Meski ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan agama, Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama tidak ditahan. Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian, menjelaskan empat alasan Ahok tak ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Menurut Tito penyidik mesti memenuhi syarat objektif dan subjektif untuk menahan seseorang. Namun, syarat-syarat itu tak terpenuhi dalam kasus Ahok.

Pertama, perlu adanya suara bulat mengenai pelanggaran pidana di kalangan penyidik. Sementara dalam gelar perkara, penyidik yang berjumlah 21 orang masih terpecah.

“Kemarin terlihat jelas dari saksi ahli ada perbedaan tajam sehingga memengaruhi dari kalangan penyidik,” kata Tito dalam konferensi pers di Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu (16/11/2016).

Kedua, penyidik mesti berkeyakinan ada potensi tersangka melarikan diri. Hal ini pun tidak terpenuhi.

“Pak Kabareskrim melaporkan pada saya bahwa yang bersangkutan kooperatif. Ketika mau diperiksa datang sendiri, dan ketika dipanggil pun datang,” ujarnya.

Selain itu, Ahok juga berstatus sebagai calon gubernur petahana di Pemilihan Kepala Daerah 2017. Karena itu, kecil kemungkinan dia melarikan diri.

Ketiga, kekhawatiran penyidik untuk menghilangkan barang bukti. Dalam kasus ini, barang bukti sudah diperoleh, yakni video yang merekam ucapan Ahok. Karena itu, polisi tidak khawatir Ahok menghilangkan barang bukti.

Keempat, kekhawatiran tersangka mengulangi perbuatannya. Dalam hal ini, penyidik belum melihat ada potensi Ahok melakukan hal tersebut.

“Walau demikian, sebagai antisipasi, penyidik memutuskan untuk mengajukan pencegahan (imigrasi). Jangan sampai dia keluar negeri polisi disalahkan, kami tidak mau kecolongan,” ujar Tito.

Meski Tito menggunakan kata “belum” memutuskan untuk melakukan penahanan, nampaknya hal ini akan berlaku hingga proses penyidikan berakhir. Ketika ditanya apakah Ahok perlu ditahan ketika berkas lengkap atau P-21, dia menjawab hal itu bukan keharusan.

“Kitab Undang-Undang Hukum acara Pidana kita tidak mengatakan bahwa setiap kasus yang diancam hukuman lima tahun, atau kasus tertentu di bawah lima tahun, harus dilakukan penahanan,” ujarnya.

Dalam KUHAP, kata Tito, hanya diatur bahwa tersangka dengan status demikian dapat dilakukan penahanan dengan syarat-syarat yang telah dia sebutkan.

Sementara itu Ahok menyatakan menerima penetapan status tersangka dengan ikhlas dan akan tetap blusukan di masa kampanye. Dia juga mengimbau kepada para pendukungnya untuk memenangi satu putaran.

TEKS : CNN INDONESIA.COM





Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster