Sungai Meluap, Tanjung Enim Terendam Banjir Lalulitas Macet Total

 1,317 total views,  2 views today

TANJUNG ENIM I  KSOL — Curah hujan tinggi di Tanjung Enim mengakibatkan debit sungai Enim meluap. Akibatnya sejumlah permukiman di Kecamatan Semendo, Tanjung Agung dan Lawang Kidul terendam banjir. Tak ayal, badan Jalan Lintas Tengah Sumatera (Jalinteng) ikut terendam, baik dari arah Kota Muara Enim maupun Baturaja, Simpang Meo lumpuh total, Senin (14/11/16) sekitar pukul 06.00 WIB.

Berdasarkan pantauan di lokasi, wilayah yang paling parah terkena dampak banjir di Kecamatan Lawang Kidul, Tanjung Enim, seperti di Desa Keban Agung, Gang Bangka Talang Gabus, Desa Tegal Rejo RT 11.

Banjir juga menggenangi lokasi asrama Pondok Pesantren Salafiyah Assyari’ah Ess yang lokasinya memang dekat dengan bibir sungai.

img_20161114_093640

Salah Satu Rumah Warga Yang Terendam Banjir Di Desa Lingga (FOTO.DOK.KSOL/ALDO)

Kondisi lebih parah di Desa Lingga. Sampai-sampai, warga harus mengevakuasi perabot rumah tangganya ke lokasi aman dari terjangan banjir.

Ketinggian banjir bervariasi, mulai dari atas lutut orang dewasa hingga 3 meter. Melaui bantuan tim Rescue Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten Muara Enim, Rescue PT Bukit Asam dan PT Pama serta Polres berjibaku mengevakuasi warga yang terjebak banjir dibawa ke tempat aman.

Menurut Misdi (30) warga Gang Bangka Talang Gabus, air mulai naik saat waktu shubuh antara pukul 04.30-05.00 WIB. Banjir kali ini kata Misdi lebih parah dari tahun sebelumnya.‎

Tampak Suasana Banjir Yang Menggenangi Badan Jalan Lintas Sumatera (Talang Gabus) Tanjung Enim, Sekitar Pukul 06.30 WIB, Senin (14/11/16) Pagi

Tampak Suasana Banjir Yang Menggenangi Badan Jalan Lintas Sumatera (Talang Gabus) Tanjung Enim, Sekitar Pukul 06.30 WIB, Senin (14/11/16) Pagi

“Sebelum adzan shubuh aku sudah bangun. Seketika aku melihat air Sungai Enim sudah tinggi. Aku langsung kemasi barang-barang yang ada di bawah rumah untuk dipindahkan ke tempat yang aman, meskipun ada yang tidak sempat dipindahkan, diantaranya  kompor dan meja dan peralatan lainnya,” ujarnya dengan bahasa Palembang yang kental.

BACO BERITA TERKAIT LAINNYO : LUAPAN BANJIR SUNGAI ENIM, HANYUTKAN JEMBATAN GANTUNG DI DESA PADURAKSA

Bupati Muara Enim, Ir H Muzakir Sai Sohar langsung meluncur ke lokasi setelah sebelumnya mendapat laporan.Muzakir dating  didampingi Camat Lawang Kidul, Drs Rachmat Noviar M.Si dan unsur Tripika Lawang Kidul. Mengirngi pula beberapa kepala dinas terkait.

Tampak Camat Lawang Kidul Drs Rachmat Noviar, M.Si ‎(kaos motif garis), Saat Memantau Langsung Banjir Di Desa Lingga Tanjung Enim (FOTO.DOK.KSOL/ALDO)

Tampak Camat Lawang Kidul Drs Rachmat Noviar, M.Si ‎(kaos motif garis), Saat Memantau Langsung Banjir Di Desa Lingga Tanjung Enim (FOTO.DOK.KSOL/ALDO)

Muzakir meminta kepada pihak terkait untuk segera melakukan penanganan, terutama untuk masyarakat yang terkena dampak banjir. “Saya perintahkan kepala dinas sosial Muaraenim dan perusahaan untuk segera membuat tenda-tenda darurat penampungan sementara dan juga dapur umum untuk para warga yang terkena dampak musibah banjir,” tegasnya.

Kepala Dinas Sosial Muara Enim, Drs Teguh Jaya, MM langsung melakukan pendataan terhadap warga yang terkena dampak banjir di beberapa titik.

Sementara, Camat Lawang Kidul, Drs Rachmat Noviar, M.Si mengatakan, banjir tahun ini lebih besar di banding tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari beberapa titik banjir di antara nya di wilayah Desa Keban Agung,  Gang Bangka Talang Gabus, Tegal Rejo RT 11. Desa yang terparah di wilayah Desa Lingga.

“Kalau melihat banjir saat ini, mengingatkan warga pada banjir tahun 1982 dan 1987 yang pernah terjadi di Tanjung Enim,” ujarnya di sela-sela kunjungannya di lokasi.

Hingga berita ini ditulis, musibah banjir kali ini tidak menelan korban jiawa. Hanya saja masyarakat yang terkena banjir mengalami kerugian material karena hampir merata perabot rumah tangganya ada yang tidak sempat diselamatkan.

Rahchmat juga membantah, kalau banjir kali ini akibat adanya bendungan atau dam di daerah hulu Kecamatan Semendo yang jebol? “Itu tidak mungkin, sebab saya pernah bertugas di daerah Semendo dan tidak  ada danau ataupun dam bendungan. Jadi tidak mungkin ada bendungan yang jebol, karena musibah banjir ini terjadi murni karena intesitas hujan yang tinggi akhir-akhir ini,” ujarnya.

Kapolsek Lawang Kidul, AKP Yosef Rizal, SH di jumpai usai banjir mulai surut menjelaskan, sejak habis shubuh banjir mulai terpantau di beberapa titik di wilayah Tanjung Enim, setelah sebelumnya mendapatkan laporan dari masyarakat.

Banjir terpantau bermula dari lokasi bawah jembatan lama PTBA, arah menuju ke lokasi tambang dan pemukiman Talang Jawa, air sungai terlihat mulai meninggi hingga hampir menyentuh lantai jembatan.

“Pagi itu kita langsung melakukan antisipasi dengan mengumpulkan anggota saya untuk di sebar di beberapa titik guna memantau dan melakukan pengamanan,” ujarnya.

Kali itu, kata Yosef pihaknya berkoordinasi dengan Polres Muara Enim dan dibantu 1 pleton dari Satuan Sabhara di pimpin Kasat Sabhara yang menerjukan 1 unit perahu karet untuk melakukan evakuasi.

Sedangkan, Danramil 0404-05 Tanjung Enim Kapten Inf Gunadi menambahkan, anggotanya sejak diketahui air Sungai Enim meluap langsung bersiaga di beberapa titik banjir terutama di kawasan Gang Bangka Talang Gabus dan Desa Lingga.

Hal itu dilakukan untuk melakukan pengamanan dan ikut membantu pihak kepolisian dan Dishub untuk mengatur kendaraan yang melintas yang dialihkan ke jalan alternatif lainnya, sembari menunggu banjir surut.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN‎, REPORTER RGBA FM TANJUNG ENIM I EDITOR : IMRON SUPRIYADI




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster