Luapan Banjir Sungai Enim, Hanyutkan Jembatan Gantung di Desa Paduraksa

 763 total views,  2 views today

MUARA ENIM I  KSOL — Jembatan gantung di Desa Paduraksa Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan, hanyut terbawa derasnya arus Sungai Enim. Luapan ini akibat banjir yang disebabkan hujan deras yang terjadi sejak Minggu sore (13/11/16) hingga Senin pagi (14/11/16).

Masyarakat setempat berharap kepada pemerintah untuk cepat tanggap membangun akses ‎jembatan gantung berlantai flat besi sepanjang 200 meter. Selain jembatan ini merupakan akses warga untuk pergi ke kebun dan ke sawah untuk mengangkut hasil bumi.

Kepala Desa Paduraksa, Erham Aman, saat dikonfirmasi, Selasa (15/11/16), mengatakan Jembatan yang dibangun tahun 1962  ini sudah beberapa kali dilakukan perbaikan, namun kondisinya sekarang tidak bisa difungsikan oleh masyarakat sekitar.

Kepala Desa Paduraksa Erham Aman bersama Anggota DPRD Muara Enim Dapil V Kasman Saat di konfirmasi di lokasi kejadian‎

Kepala Desa Paduraksa Erham Aman bersama Anggota DPRD Muara Enim Dapil V Kasman Saat dikonfirmasi di lokasi kejadian‎

“Jembatan ini dulu pernah putus dan direhab kembali pada tahun 2010. Jembatan gantung ini setahu saya putus jam satu dini hari. Harapan kita secepatnya dibangun, mengingat jembatan ini merupake akses warga untuk pergi ke kebun dan sawah serta menuju emaot  desa lainnyo, seperti Desa Pandan Enim, Embawang dan Lesung Batu,” ujar Erham.

BACO BERITA SEBELUMNYO : SUNGAI MELUAP, TANJUNG ENIM TERENDAM BANJIR LALULITAS MACET TOTAL

Hal senada juga diungkapkan Kasman, salah satu anggota DPRD Kabupaten Muara Enim. Kasman mendesak kepada Bupati Muaraenim untuk cepat merespon dan membangun kembali.

“Ya. karena ini aspirasi masyarakat. Jadi saya mohon kepada Pak Bupati untuk mendengar dan segera memerintahkan ke dinas terkait agar segera membangun kembali jembatan gantung tersebut. Sejauh ini saya sudah lakukan komunikasi ke Camat, BNPB dan Pak Yani Dinas PU. Dan juga karena kan ada dana bencana alam jadi segera dikucurke disini,” terangnnya.

Sementara, masyarakat yang beraktivitas ke sawah dan ke kebun terpaksa harus berkeliling melalui beberapa desa dengan jarak tempuh 3 km lebih. Sementara bila menggunakan jembatan gantung hanya berjarak sekitar 500 meter.

Warga mengaku, merasa berat bila mereka terus menerus berjalan mengitari sejumlah desa untuk melakukan aktifitas. Oleh sebab itu, mereka berharap agar pemerintah segera membangun jembatan tersebut.

TEKS/FOTO : HENDRO ALDO IRAWAN‎, REPORTER RGBA FM TANJUNG ENIM I EDITOR : T PAMUNGKAS




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Web development jasaweb wordpress - hosting by Niagahoster